PELAIHARI, Banuapost.co.id– Kebakaran yang menghanguskan delapan rumah di RT 05 Dusun 2 Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, membuat panik warga, hingga mereka tidak sempat menyelamatkan harta-bendanya.
Hal ini dialami Miah, salah satu korban kebakaran. yang rumahnya berada di samping rumah yang diduga asal api. Miah keluar rumah hanya memegang sebuah map plastik yang berisi dokumen kependudukan.
Saat itu ia fokus menyelamatkan saudaranya, Sanul, penderita ODGJ, yang rumahnya diduga asal api. Selain menyelamatkan Sanul, ia juga mengamankan kakaknya yang sudah berusia 90 tahun.
“Saya tidak terpikirkan untuk menyelamatkan harta benda, saya hanya berusaha menyelamatkan dua orang saudara saya,” kata Miah yang duduk di depan puing-puing rumahnya.
Menurut Miah subuh itu ia terbangun setelah mendengar suara lonceng dan teriakan api dari pedagang pasar subuh yang biasa berjualan di pinggir jalan Desa Pandahan.
Korban kebakaran lainnya, Abdullah, juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, sebuah motor ikut terbakar, sementara puluhan karung gabah mengalami rusak sebagian.
Ketua RT 05, Bulhani yang rumahnya berada di Gang Teluk Selong rumahnya mengalami kerusakan dibagian dapur dan kaca pintu pecah.
“Saya terjaga setelah mendengar suara ribut di sekitar rumah ditambah dengan suara tiang listrik dipukul. Saat saya keluar ternyata api sudah membesar dari rumah yang berada di pinggir Jalan Ahmad Yani,” kata Bulhani.
Untuk meringankan korban kebakaran, saat ini bantuan sudah mulai berdatangan, baik seperti dari Kantor Kecamatan Bati-Bati, beberapa perusahaan yang ada di Kecamatan Bti-Bati, serta warga setempat spontan mengadakan penggalangan dana dari pengendara yang melintas di depan lokasi kebakaran. (zkl/foto: zul)