BANJARMASIN– Sebanyak 1.588 personel Polda Kalsel dikerahkan untuk mengamankan pilkada serentak 27 Juni mendatang di empat kabupaten di Kalsel, Tala, Tapin, HSS dan Tabalong.
Ribuan personel yang ditugaskan terdiri dari 467 anggota Satker Polda, 175 Satuan Brimob dan 946 personel polres. Mereka bertugas selama lima hari sejak 25 Juni hingga 29 Juni 2018.
“Kita cek kesiapan dan beri arahan agar anggota dapat melaksanakan pengamanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegas Kapolda Kalsel, Brigjend Pol Rachmat Mulyana, usai apel kesiapan di mapolda, Senin (25/6).
Pengamanan dilakukan, lanjut kapolda, di antaranya pengamanan pasangan calon, penyelenggara pilkada, termasuk perkantorannya, logistik dan masyarakat yang akan melaksanakan pemilihan.
“Ini dilakukan agar jangan sampai terjadi permasalahan di masyarakat,’’ jelasnya.
Khusus untuk pengamanan pesta demokrasi lima tahunan ini, kapolda mengingatkan agar hindari sikap dan tindakan arogan yang tidak mencerminkan jati diri anggota Polri sebagai sosok pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Menyinggung soal netralitas, kapolda mengingatkan agar anggota polri tidak terlibat politik untuk dukung mendukung pasangan calon. Apalagi sampai mengarahkan dan mengintimidasi warga untuk memilih salah satu kandidat.
“Pastikan pilkada berjalan terbit, lancar dan demokratis. Masyarakat harus menyambut pilkada dengan perasaan gembira dan semuanya bisa menggunakan hak pilih sesuai hati nurani,’’ ucapnya.
Senada juga diungkapkan Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Yudianto Putrajaya. Ia meminta prajurit TNI agar menjaga netralitasnya.
“TNI bersama rakyat. Pilihan rakyat adalah yang terbaik sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan yang telah ditentukan,” tegasnya.
Kemajuan wilayah,lanjut danrem, tergantung keikursertaan partisipasi masyarakat pada pesta demokrasi. Memilih pemimpin harus sesuai hati nurani rakyat untuk daerah yang lebih maju. (zin/foto: ist)