MARABAHAN– Secara umum arus mudik lebaran Idul Fitri 1439 H di wilayah Kabupaten Batola, berjalan aman dan lancar. Setidaknya bisa dilihat dari minimnya tingkat kecelakaan lalulintas (lakalantas).
“Dari H-8 hingga H+8 (tanggal 7-24 Juni 2018) hanya terjadi dua kasus kecelakaan, dengan korban pengendara sepeda motor yang mengalami lecet-lecet dan keseleo,” ujar Kadishub Batola, Drs Samsul Ariffin, saat menjadi pembina apel gabungan di halaman kantor bupati setempat, Senin (25/6).
Menurut pria yang akrab disapa Ifin itu, angka kecelakaan selama lebaran tahun ini terjadi penurunan dibanding angka tahun sebelumnya. Demikian pula tingkat kemacetan, tidak terjadi di Batola.
Menurutnya, dalam mengantisipasi angkutan lebaran, pihaknya sesuai arahan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, telah membentuk tim koordinasi yang melibatkan Polres Batola, TNI, Basarnas, Bankom, Perindag, Dinkes, termasuk BNNK.
Sesuai arahan, sebut Ifin, tim melaksanakan berbagai langkah-langkah, termasuk melakukan tindakan preventif hingga refreshif terhadap angkutan-angkutan darat maupun sungai.
“Untuk tindakan preventif, tim melakukan pemberitahuan kepada pengendara untuk senantiasa memelihara armada dalam beroperasi supaya memenuhi unsur-unsur keselamatan serta melakukan pemeriksaan terhadap para pengemudi akan kemungkinan keterlibatan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Selain itu, sambungnya, tim juga melakukan rancek (cek kendaraan) secara langsung terhadap mobil-mobil taksi angkutan umum dengan titik fokus rem dan ban. Sementara tindakan refreshif, melakukan razia langsung di jalan.
“Alhamdulillah dari razia yang dilaksanakan tidak ditemukan pelanggaran yang berarti,” imbuhnya. (rd/foto: hum)