BANJARMASIN– Entah memang karena kelakukan yang kebangetan atau karena spaning syahwat, Tisun dan Rudy Dinanta menggilir ABG, SF (15). Tak hanya memperkosa, keduanya juga merampok handphone korban.
Namun empat hari setelah aksi kedua warga Tatah Belayung, Banjarmasin Selatan itu dilakukan,tepatnya Senin (18/6) malam, buruh harian lepas ini diringkus jajaran Polsek setempat, Kamis (21/6).
Keduanya diringkus di tempat terpisah. Rudy dibekuk di kawasan Jl Trans Kalimantan, tepatnya di sekitar Jembatan Barito. Sedang Tisun diringkus di rumahnya di Tatah Belayung.
Sebelumnya, kedua pelaku dilaporkan korbannya yang mengaku digilir kedua pelaku. Peristiwa pemerkosaan terjadi di Jl Lingkar Dalam Selatan. Saat itu. korban sedang asyik berduan dengan pacarnya, Hendrianto (21).
Tiba-tiba datang kedua pelaku yang meminta hp kedua korban sambil mengancam dengan sebatang kayu. Karena takut, kedua korban menyerahkan hp mereka.
Namun tak sampai disitu, kedua pelaku meminta lebih. Keduanya menggilir SF tak jauh dari lokasi awal. Sedang Hendrianto tidak bisa berkutik karena di bawah ancaman.
Selain diancam dengan sebatang kayu, kepada polisi korban juga mengaku salah satu pelaku, mengaku sebagai polisi.
Soal mengaku sebagai polisi ini, dibenarkan Tisun. Menurutnya, setiap kali beraksi membegal di kawasan itu, ia kerap mengaku sebagai polisi untuk menakut-nakuti korbannya.
“Saya mengaku polisi cuma untuk menakut-nakuti,” kata Tisun.
Sedang aksi pemerkosaan terhadap korban yang masih di bawah umur ini, menurut Rudy, dilakukannya secara spontan. Dalihnya khilaf.
“Awalnya cuma ingin membajak hp. Terus karena khilaf, jadinya memperkosa,” ujar Rudy.
Sementara menurut Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Najamudin, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Seperti batang pohon yang digunakan pelaku mengancam korban, serta pakaian dalam korban saat diperkosa.
“Kedua pelaku kita jerat pasal berlapis, yakni pasal 76 (E) UU RI No 35 tahun 2014 dan Pasal 365 KUHP tentang perbuatan asusila, pencabulan terhadap anak di bawah umur, serta pencurian dengan kekerasan,” jelas kapolsek.
Sehubungan dengan kasus ini, kapolsek mengimbau agar para orang tua lebih mengawasi anak-anak mereka. Khususnya anak gadis untuk tidak keluar hingga larut malam. (emy/foto: deny yunus)