MARABAHAN– Jika Gubernur Kalsel menaruh harapan besar atas lahan pertanian di Desa Jejangkit Muara, Batola, karena akan jadi percontohan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), Oktober mendatang, sebaliknya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman justru terlihat kecewa.
Pasalnya, lahan pertanian terpadu di desa itu ternyata belum tergarap signifikan. Padahal sebelumnya, sudah diperbantukan dengan 7 unit eskavator untuk mempercepat garapan lahan.
Amran, panggilan akrab mentan, melihat langsung saat meninjau lokasi lahan percontohan itu, Jumat (29/6). Dia diampingi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Bupati Batola, Hj Noormilyani AS, Wakasad Letjend TNI Tatang Sulaiman, Aster Kasad, Mayjend TNI Supartodi, dan Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Rahmat Mulyana.
Karena lambannya pengolahan lahan, Amran pun akan menarik 18 unit ekskavator yang sebelumnya dikirim ke beberapa kabupaten di Kalsel. Selanjutnya alat berat itu dikerahkan ke Batola untuk mendukung persiapan peringatan HPS di Jejangkit Muara.
“Kami akan tarik 18 ekskavator di beberapa kabupaten di Kalsel lainnya, kemudian ditambah 2 unit dari pusat untuk dikerahkan ke Batola agar pelaksanaan HPS medio Oktober nanti pelaksanaanya berhasil,” tegasnya.
Untuk mengubah lahan rawa menjadi lahan produktif, menurut mentan, diperlukan kerja cepat. Padahal ekskavator sudah dikirim sejak 3 bulan lalu, tapi ujicoba terus.
“Untuk mempercepat proses pengolahan lahan ini, sekarang kita sudah berkoordinasi dengan TNI AD,” katanya.
Meski demikian kondisinya, Amran optimis peringatan HPS medio Oktober nanti semua lahan sudah tergarap dan menjadi percontohan. Karena sejumlah alat berat akan dipusatkan untuk mengeroyok pekerjaan sawah bersama-sama dengan TNI, instansi terkait, PPL dan petani.
Sementara Wakasad, Letjend TNI Tatang Sulaiman, menyatakan, TNI sampai sekarang masih komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Mengingat kerjasama dengan kementan terus dilakukan di semua wilayah.
Terkait dukungan TNI terhadap program optimasi lahan di Desa Jejangkit Muara, menurut Tatang Sulaiman, strateginya dengan pemusatan kekuatan berupa pengerahan alat-alat berat yang digunakan untuk membuat tanggul, saluran air, mengolah lahan jadi sawah. (rd/foto: hum)
