BANJARMASIN– Kewajiban teranyar wajib melampirkan Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran yang harus dilegalisir bagi calon perserta didik baru SMA di Banjarmasin, menjadi pertanyaan.
Sebab, apa gunanya database kependudukan yang konon sudah canggih hingga menghabiskan APBN hingga triliunan rupiah, namun berbagai dokumen itu masih harus dilegalisir di kantor dukcapil?
Selain itupun, ketentuan teranyar yang baru diterapkan tahun ini, membuat repot para orang tua calon murid. Pasalnya, kewajiban ini mendadak diumumkan. Akibatnya, para orang tua calon murid berbondong- bondong ke Kantor Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin, Senin (25/6).
Sejak sekitar pukul 07:00 Wita, mereka memadati kantor di JL Sultan Adam, Banjarmasin Utara tersebut. Kedatangan para orang tua murid ini pun, membuat petugas kewalahan. Banyaknya pemohon menyebabkan antrian panjang hingga berjam-jam.
Seperti diakui salah satu orang tua murid, Komarudin, yang mengajukan legalisir sejak pukul 09:00 Wita. “Ini sudah hampir jam 12, belum selesai juga,” ujarnya kesal.
Menurut Komarudin, anaknya ingin mendaftar ke SMAN 7 Banjarmasin. Namun saat ingin menyerahkan berkas, ditanya lampiran KK dan akte kelahiran legalisir. Karena belum memiliki, terpaksa ke kantor Disdukcapil Kota Banjarmasin, untuk legalisir.
“Seharusnya jauh-jauh hari diumumkan kalau memang wajib melampirkan legalisir seperti ini. Akibatnya, ya seperti ini. Pemohonnya membludak,” katanya.
Membludaknya pemohon legalisir ini, didengar Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, yang langsung datang ke kantor Disdukcapil Banjarmasin. Setibanya di kantor itu, Hermansyah langsung berinisiatif ikut membagikan KK dan akte kelahiran yang sudah dilegalisir.
“Harusnya hal seperti ini bisa dibijaksanai. Kalau perlu tidak perlu diterapkan seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Hermansyah.
Menurut Hermansyah, kalau pun harus diterapkan pengumuman wajib melagalisir ini, harusnya jauh – jauh hari. Sehingga orang tua bisa mempersiapkan lebih awal.
“Kemarin kan harusnya Sabtu layanan tetap buka. Tapi karena banyak yang baru tahu hari ini, jadinya tertumpuk di hari ini,” ujar Hermansyah. (emy/foto: deny yunus)