BANJARMASIN– Netralitas TNI di pilkada 2018 di empat kabupaten di Provinsi Kalsel, Tala, Tapin, HSS dan Tabalong, yang dihelat bersamaan, 27 Juni mendatang, kembali diingatkan Danrem 101/Antasari, Kolonel (Inf) Putra Jaya. Tidak netral, sanksi menghadang.
“Bila ada yang tidak netral, sekali lagi saya tegaskan, akan saya proses,” tegas Putra usai halal bihalal bersama jajarannya dan sejumlah tokoh di Kalsel, serta awak media di makorem, Jumat (22/6) pagi
Dalam pesta demokrasi lima tahunan ini, lanjut danrem, TNI siap mengamankan. Pengaman yang dilakukan bersifat back up terhadap tugas kepolisian.
“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, untuk memback up pengamanan pilkada yang dilaksanakan kepolisian,” tandas Putra.
Dari sekitar 5.000 personel TNI di Kalsel, lanjut Putra, sudah disiapkan untuk pengamanan pilkada ini di empat kabupaten tersebut.
“Ini menjadi prioritas pengamanan. Dari sebelum pencoblosan, saat pencoblosan, maupun setelah pencoblosan atau penghitungan suara,” tandas Putra.
Putra juga mengimbau masyarakat yang punya hak pilih, menggunakan suara mereka sebaik-baiknya. Jangan sampai tidak memilih, karena tidak memilih bukanlah pilihan.
Begitupun seteleh pemilihan nanti, danrem meminta masyarakat untuk menghormati hasilnya. Mengingat siapapun yang menang, itu merupakan pilihan terbaik rakyat.
Terkait halal bihalal, danrem berharap menjadi langkah awal untuk seluruh masyarakat Banua memulai aktifitas bergerak, sesuai slogan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, yang akrab disapa Paman Birin. (emy/foto: deny yunus)