BANJARMASIN– Tak hanya berurusan dengan para penjahat dan tindak kriminal lainnya, Polda Kalsel rupanya peduli dengan sesuatu yang unik di daerah ini hingga ke depannya menjadi salah satu destinasi wisata andalan.
Kali ini mengumpulkan sedikitnya 320 pedagang terapung Banjarmasin yang dengan jukung (perahu kecil, Red.).berparade dan membentuk sejumah formasi unik tidak biasanya di Sungai Martapura, Minggu (1/7) pagi.
Ratusan pedagang terapung berparade dengan membentuk sejmlah formasi unik ini yang digelar Polda Kalsel untuk memeriahkan HUT Bhayangkara ke-72 ini, tak pelak dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia.
Parade kali ini diawali formasi jukung berbaris memanjang. Sementara kain merah dan putih yang mereka bentang di jukung masing-masing, menjadi bentuk bendera kebangsaan Indonesia, merah putih.
Sedang para perempuan pedagang pasar terapung yang ada di atas jukung, melintas di depan Siring Menara Pandang ditarik empat kelotok. Selain membentang kain merah dan putih, mereka juga melambaikan tanggui atau topi bulat yang dipakai ke arah ribuan pengunjung.
Formasi lainnya, mereka membentuk bunga teratai sambil mengapung di tengah Sungai Martapura.
Tak hanya membuat decak kagum wisatawan lokal, kegiatan yang diprakarsai jajaran Polda Kalsel ini, juga diapresiasi turis manca negara. Salah satunya, Balean.
Pria asal Perancis yang datang bersama seorang perempuan pasangannya ini, mengaku tidak pernah melihat atraksi seperti ini sebelumnya. Baik di beberapa kota lainnya di Indonesia, maupun negara – negara lain yang pernah dikunjunginya.
Balean mengaku pernah berkunjung ke pasar terapung di Thailand. Tapi di Banjarmasin, menurutnya, lebih tradisional.
“Selain itu, kali ini penuh warna. Cantik,” kata Balean yang telah bermukim di Jakarta sejak delapan bulan terakhir dan bisa sedikit berbahasa Indonesia.
Sementara menurut perwakilan MURI, Osmar Semesat Susilo, parade 320 pedagang pasar terapung ini merupakan yang pertama di Indonesia dan di dunia.
“Karena ini merupakan yang pertama, makanya disebut pencatatan. Nanti, kalau ada atraksi dengan jumlahnya yang lebih banyak, disebutnya pemecahan rekor,” kata Osmar.
Sedang Kapolda Kalsel, Brigjend Pol Rachmat Mulyana, berharap kegiatan ini ikut mengangkat pariwisata pasar terapung di Kota Banjarmasin, selain mendekatlan Polri dengan masyarakat.
Di HUT Bhayangkara ke-72 ini, Rachmat juga meminta maaf kepada masyarakat, apabila masih ada pelayanan kepolisian yang dirasa kurang.
“Kita akan terus berbenah sebagai pengayom masyarakat,” ujar kapolda. (emy/foto: deny yunus)
