PALANGKA RAYA– Peringatan Hari Raya Idul Adha merupakan momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial bagi insan muslim dalam kehidupannya sehari-hari. Salah satu wahana pengingatnya, ibadah penyembelihan hewan kurban yang digelar diperingatan ini.
“Jika dipahami lebih jauh, kurban tidak saja mengandung nilai spiritual, tetapi juga memiliki beberapa nilai sosial kemanusiaan yang luhur,” terang Dr Sardimi dalam khutbahnya usai pelaksanaan Shalat Ied di halaman Mapolda Kalteng, Rabu (22/8) pagi.
Menurut Direktur Pascasarjana IAIN Palangka Raya itu, terdapat beberapa poin penting yang diajarkan dalam pelaksanaan ibadah kurban. Di antaranya, mengajarkan setiap insan untuk bersifat dermawan, tidak rakus, dan tidak kikir.
“Seseorang tidak pantas kenyang sendirian dan bertaburan kemewahan duniawi, sementara masih banyak tetangga, saudara, dan sesama manusia yang sangat membutuhkan bantuan,” katanya.
Karena itulah, lanjut Sardimi, kurban mendidik setiap muslim untuk menjunjung tinggi nilai-nilai harkat dan martabat kemanusiaan. Hal itu ditunjukkan dalam peristiwa digantinya Ismail dengan domba untuk dikurbankan oleh Nabi Ibrahim AS.
“Perbuatan semena-mena, keji, dan kejam kepada sesama umat manusia sangat dilarang dalam Islam,” tegas Sardimi.
Hadir dalam ibadah tersebut antara lain, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Drs H Anang Revandoko, Wakpolda Kombes Pol Dedy Prasetyo, para perwira dan masyarakat kaum muslimin Kota Palangka Raya.
Usai Shalat dan Khutbah Idul Adha 1439 Hijriyah/2018 Masehi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban keluarga besar Polda Kalteng kepada panitia penyembelihan dan pendistribusian daging kurban. Polda Kalteng menyembelih total 20 ekor hewan kurban, terdiri atas 16 sapi dan 4 kambing. (sar/foto: sut)