BANJARBARU– Potensi lahan rawa di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian namun belum tergarap secara maksimal, mencapai 10 juta hektare. Terbanyak berada di dua provinsi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
Karena itu sejak dua tahun terakhir, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, tengah mengupayakan optimalisasi lahan rawa tersebut. Tahun lalu, 2017, sebanyak 10 ribu hektare lahan rawa baru mulai digarap. Sedang di 2018 ini, hingga akhir tahun nanti, ditargetkan dibuka seluas 50 ribu hektare.
“Sedang yang sudah digarap masyarakat namun hasilnya belum optimal, luasannya mencapai 2,6 juta hectare,” jelas Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, saat membuka Pekan Pertanian Rawa Nasional (PPRN) II, sekaligus membuka dan melihat langsung Taman Saint Pertanian (TSP) Lahan Rawa di kawasan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Banjarbaru, Rabu (17/10) siang.
Menurut Amran, mulai digarapnya lahan rawa ini, seiring ditemukannya teknologi irigasi pasang surut yang membantu pengelolaan air ke persawahan.
Tanpa irigasi tersebut, petani akan kesulitan menggarap lahannya. Karena di musim penghujan biasanya lahan rawa ini terendam air cukup tinggi.
“Sebaliknya di musim kemarau, akan kekeringan dan sulit untuk ditanami. Dampak lainnya di musim kemarau, kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap,” kata Amran.
Di Kalsel saat ini sudah dibuka lahan rawa seluas empat ribu hektare. Dan sebagian sudah ditanami padi yang siap dipanen di Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38. Tepatnya di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.
Menurut Amran, pemanfaatan lahan rawa adalah terobosan baru sebagai solusi paceklik pangan yang berpotensi terjadi di bulan November, Desember dan Januari.
“Karena itu, optimalisasi lahan rawa ini, bila digarap secara optimal, bisa mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045,” ujarnya.
Tidak hanya untuk tanaman padi, sambung Amran, lahan rawa juga bisa dimanfaatkan berbagai tanaman lainnya. Seperti jagung, serta buah-buahan dan sayur-sayuran lainnya. Sedang kawasan irigasinya, bisa dimanfaatkan masyarakat atau petani, untuk budidaya ikan. (emy/foto: deny yunus)