PELAIHARI– Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Pekerja Migran Indonesia (PMI), almarhumah Asbunar, diserahkan Bupati Tala, H Sukamta, di Balai Desa Kandangan Lama, Panyipatan, Jumat (21/12).
Dalam kegiatan berhadir Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala, Masturi Sulaiman, Camat Panyipatan, Syahid, Tokoh masyarakat Tala, H Iriansyah, Kades Kandangan Lama, Ideransyah, serta unsur Muspida Desa Kandangan Lama.
Asbunar meninggal pada Mei lalu,jenazahnya dipulangkan pada Juni, Asbunar terdaftar secara resmi sebagai PMI dengan negara tempat kerja di Arab Saudi.
Karena terdaftar secara resmi, ahli warisnya pun menerima santunan berupa uang tunai sebesar Rp85 juta, serta beasiswa untuk anaknya, Nurul Salsabila, yang saat ini bersekolah di salah satu pondok pesantren dengan jenjang SLTP.
Bea siswa yang diterima pun berlaku sampai sang anak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dan menjadi sarjana.
Menurut data Disnakerind Tala yang disampaikan Kadisnakerind Masturi Sulaiman, saat ini ada 61 warga Tala menjadi PMI, 90 persen dari pekerja itu, berasal dari Desa Kandangan Lama, Panyipatan.
Bupati Sukamta berpesan kepada para warga yang ingin menjadi PMI di Tala, agar mendaftar secara resmi dan tidak menggunakan jalur illegal. Karena jika terjadi apa-apa, maka pemerintah nanti kesulitan dalam mengambil tindakan.
“Selain itu dengan mendaftar secara resmi, nantinya jika terjadi kecelakaan atau meninggal dunia saat menjadi PMI meski baru tahap pelatihan di Indonesia, akan tetap mendapat santunan,” jelas bupati.
Khusus untuk ahli waris Asbunar, sambung bupati, agar menggunakan uang santunan dengan bijak. Misalnya dijadikan modal untuk membuat usaha.
“Nanti uangnya dibikin usaha kecil-kecilan agar tidak langsung habis. Untuk yang masih sekolah, jangan sampai putus sekolah,” tandasnya.
Untuk menghadiri kegiatan penyerahan santunan, bupati bersama H Iriansyah dan rombongan, melakukan gowes bersama sejauh 33 kilometer.
Dari kediaman bupati sampai ke Balai Desa Kandangan Lama, meski cuaca saat itu hujan lebat, tidak menghalangi Sukamta dan rombongan pergi ke Desa Kandangan Lama. (zkl/foto: hum)