BANJARMASIN, banuapost.co.id– Tiga tahun duet H Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan dalam memimpin Pemprov Kalsel, didiskusikan para pakar kebijakan publik dan pembangunan.
Diskusi dengan tema: Refleksi Tiga Tahun Kempemimpinan H
Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan, digelar di Rumah Demokrasi, Jl Sultan Adam, akhir pekan tadi, untuk membantu percepatan
pembangunan daerah.
Mereka yang berdiskusi, Prof Dr Halim Bahry, Dr Muhammad, Dr Didi Yulianto, Dr Ikbal Firdaus, Dr Sanusi, Akin MKom, Dr Taufik Arbain, Dr Uhaib, Drs Firdaus, pegiat media, dan Staf Khusus Gubernur, Rizal Akbar.
“Kami saling berdiskusi terkait pogram kerja yang telah
dilakukan Pemprov Kalsel. Salah satu fokus perhatian akademisi, pentingnya
pemerintah daerah melakukan upaya maksimal di bidang ketenagakerjaan, yakni
pencarian kerja,” terang salah satu
inisiator, Ir Sukrowardi MAP, Ahad (17/2).
Para akademisi, lanjut Sukro, juga mengkritisi pentingnya
pembangunan infrastruktur secara komprehensif di seluruh pelosok pedesaan.
Berdasarkan dialog dengan pegiat atau fasilitator
masyarakat pedesaan, ditemukan masih ada beberapa desa di Kalsel yang
pembangunannya masuk dalam kategori terpencil.
Kendati demikian, menurut Sukro, akademisi juga mengapresiasiasi pencapaian kinerja pembangunan pemprov, antara lain peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas rata rata nasional. (bdm/foto: ist)
