PELAIHARI, banuapost.co.id– Sebanyak 57 pegawai Rutan Klas IIB Pelaihari dites urine oleh Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Tanah Laut, Jumat (15/2). Tujuannya untuk mencek apakah ada petugas yang menggunakan benda haram itu.
“Tes urine ini
kami lakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi, sekaligus deteksi dini
peredaran maupun penggunaan narkoba di lingkungan rutan,” jelas Budi Suharto
yang ikut juga menyerahkan sample urinenya untuk diperiksa.
Turutnya karutan memeriksakan urine, tentunya merupakan
sinyal bagi petugas. Seluruh strata mulai dari petugas di lapangan hingga
pimpinan tanpa terkecuali, harus berani membuktikan dirinya bersih dari
narkoba.
“Rutan Pelaihari sendiri kooperatif dengan BNNK andai
sampel urine ada yang positif mengandung zat narkotika. Ini untuk menjaga
situasi rutan tetap kondusif dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.
Menurut Budi, Rutan Pelaihari harus terbebas dari ancaman
narkoba, termasuk petugasnya tidak terlibat dalam upaya penyelundupan dan
penyalahgunaannya.
Kondisi ini menjadi teladan terhadap warga binaan untuk tetap steril dari pengaruh narkoba. Karena itu petugas rutan diingatkan jangan sampai ada yang terlibat, atau akan ditindak tegas, bahkan bisa pada pemecatan. (zkl/foto: ist)
