BANJARMASIN, banuapost.co.id– Barito Putera, klub sepakbola profesional yang menjadi kebanggaan rakyat Banua, tak jauh dari agenda bersholawat.
Melaunching tim untuk mengarungi Liga 1 2019, Laskar
Antasari memulainya dengan menggelar Sholawat di Stadion 17 Mei, Kamis (14/2)
malam.
Tak pelak lagi, acara keagamaan ini dipadati umat yang
seperti kompak mengenakan baju koko berwarna putih. Sementara sholawatnya
sendiri dipimpin langsung Habib Syech Abdul Qodir bin Assegaf.
Menariknya dalam perkenalan pemain, anak-anak Barito
Putera tidak menggunakan Jersey resmi, sebagaimana klub lainnya. Para pemain justru
kompak menggunakan baju gamis.
Menurut Manager Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, dalam
sambutannya, Barito Putera didirikan dalam keadaan yang tidak bisanya, seperti klub
lainnya.
“Tapi justru di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, 21
April 1988, atau hampir 31 tahun yang lalu,” jelasnya.
Ketika itu, lanjut Hasnur, sapaan akrabnya, sang pendiri,
H Sulaiman HB, tengah berjuang melawan sakit di rumah sakit tersebut.
“Sedang di hari itu, 21 April, bertepatan dengan hari
ulang tahun Abah. Bukan kado yang diinginkan beliau, tapi justru meresmikan PS
Barito Putera,” kata putra sang pendiri dengan suara tertahan, seperti menahan
isak.
Bertepatan dengan gelar Sholawat ini pula, Hasnur meminta
masyarakat yang hadir untuk ikut mendoakan agar keinginan sang ayahandanya bisa
terwujud, yakni dengan membawa Barito Putera juara.
“Doakan kami anak cucu beliau bisa melanjutkan apa
yang diamanahkan pendiri Barito Putera. Mudah-mudahan dengan bersholawat, kabul
semua hajat dan PS Barito Putera 2019 bisa juara, juara, juara,” ujar Hasnur
dengan suara tinggi, dan disambut tepuk
tangan.
Bukan tanpa alasan gelar juara seperti yang diharapkan Hasnur. Karena dengan gelar juara, menjadi hadiah terbesar Barito Putera untuk Banua. (imn/foto: iman)
