BANJARBARU, banuapost.co.id– Ternyata tak hanya bekantan yang bakal menghuni Waduk Riam Kanan, rusa tutul dan rusa sambar (menjangan) Istana Bogor pun akan dilepasliarkan di kawasan itu.
Khusus untuk axis axis, nama ilmiah rusa tutul, akan
dilepasliarkan di Pulau Rusa, salah satu pulau yang ada di tengah-tengah Waduk Riam
Kanan.
Menurut
Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq, ke awak media, Jumat (8/1), Kalsel
menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang diberi keprcayaan untuk memelihara
rusa tutul dari Istana Bogor.
Setiap tahun, rusa tutul beranak hingga ratusan ekor. Kemudian
dihibahkan ke berbagai provinsi, termasuk Kalsel.
“Alhamdulillah, kita diberikan 5 ekor rusa tutul dari
Istana Bogor untuk dipelihara di Kalsel. Sebetulnya kita memohon 20 ekor dan ini
terus kita upayakan penambahannya,” jelasnya.
Rusa tutul merupakan salah satu spesies bangsa artiodactyla yang
berasal dari negara India dan terintroduksi di Indonesia sejak zaman Penjajahan
Belanda.
Hewan mamalia pemamah biak ini, mempunyai bulu halus berwarna
coklat sawo matang dan bermotif tutul putih. Berat badan dewasa 75 – 100 kg. Berat
lahir 3 – 3,5 kg.
Panjang badan 150 cm dan tinggi badan 110 – 140 cm. Hidup
berkelompok (2-6 ekor/kelompok) dan aktif pada siang hari.
Sedang rusa sambar atau menjangan, termasuk familia cervidas. Salah satu ciri khas rusa adanya antler (tanduk). Namun bukan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun.
Dengan hadirnya bekantan di Pulau Bekantan dan rusa tutul dari Istana Bogor di Pulau Rusa, akan menambah daya tarik ekowisata yang saat ini terus dikembangkan Dishut Kalsel.(syh/vsp/rny/foto: ist)
