BANJARMASIN, banuapost. net– Byar pet alias mati hidup aliran listrik milik perusahaan negara, PT PLN (Persero) wilayah Kalselteng yang terkesan seenak ‘udel’. rupanya mengusik wakil rakyat di Rumah Banjar.
Anggota DPRD Kalsel akan
segera memanggil petinggi perusahaan penjual setrum tersebut dalam waktu dekat.
Ketua DPRD Kalsel,
Burhanudin, yang diminta konfirmasinya, Selasa (12/2), tak menampik akan memanggil petinggi
PT PLN (Persero) untuk mempertanyakan perihal pemadaman yang kerap terjadi.
“Kita akan meminta
penjelasan alasan pemadaman yang saat ini kembali kerap terjadi,” katanya.
Sementara anggota DPRD
Kalsel, Puar Junaidi, mengaku sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PTLU) Asam Asam.
“Kami lihat petugas PLTU
bekerja keras selama 24 jam mengupayakan bagaimana agar listrik dapat terus
menyala,” ujarnya.
Menurutnya, bila masih
terjadi pemadaman, harus dilihat dulu apa penyebabnya.
“Apakah karena faktor
alam atau bagaimana. Faktor alam kan tidak bisa diduga,” imbuhnya.
Sebelumnya, Senin
(11/2), massa dari 2 LSM mendatangi kantor DPRD Kalsel menyampaikan aspirasi
terkait byar pet listrik oleh PT PLN (Persero).
Bahkan begitu ‘murkanya’,
massa meminta Direktur PT PLN (Persero) Kalselteng untuk mundur dari jabatannya
karena dinilai tidak konsisten menjalankan tugas dan fungsinya.
Dalam aksinya saat itu, massa mengancam akan menggelar demo besar-besaran bila aspirasi mereka tidak didengar. (al/ndi/foto: ilustrasi)
