BANJARMASIN, banuapost.co.id– Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, disambut atraksi barongsai ketika hadir dalam perayaan Imlek ke-2570 Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Gedung Sebaguna Chandra, Senin (18/2) malam.
Mengangkat tema: Mempererat Harmoni Budaya Bangsa Menuju
Indonesia Jaya, perayaan tahun baru ini dihadiri kurang lebih 3.000 warga
Tionghoa se-Kalsel.
Perayaan Imlek kali ini pun terkesan unik. Warga Tionghoa
yang hadir tidak hanya menggunakan pakaian serba merah, di antaranya juga
banyak yang menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Paman Birin, sapaan akrab Gubernur
Kalsel itu, berharap agar di tahun bersio babi kesejahteraan dan kemakmuran
masyarakat Tionghoa yang hidup di Kalsel semakin meningkat.
“Tentunya dapat hidup tentram dan damai di Kalimantan
Selatan,” ujar Paman Birin.
Menurut gubernur, seiring dengan perjalanan pejuangan
bangsa, masyarakat Tionghoa diberi kebebasan untuk memeluk agama dan merayakan
hari kebesarannya.
Sementara untuk masyarakat Kalsel yang mayoritas suku Banjar,
gubernur mengimbau agar dapat menghormati keberagaman agar tercipta suasana
kondusif.
“Sudah seharusnya kita memegang teguh nilai toleransi dan
menghormati satu sama lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, gubenur meminta kepada masayarakat agar
terus menjaga persatuan dan kesatuan menjelang Pemilu 2019. Hal ini dipelukan
agar tidak terjadi perpecahan dan konflik di tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita merusak nilai-nilai utama dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Jangan sampai terjadi perpecahan di negeri kita
sendiri,” tegasnya.
Peringatan Imlek ini juga dihadiri Kapolda Irjen Pol Yazid Fanani, Kajati Ade Eddy Adhyaksa, perwakilan Kemenpan Kalsel, tokoh Banua, Gubernur 2 periode H Rudy Arifin. (cin/foto: hum)
