BANJARMASIN, banuapost.co.id– Menelusuri kembali jejak perjuangan (napak tilas) Pahlawan Amanat Pembelaan Rakyat (Ampera), Hasanuddin bin Haji Madjedi ke-53, digagas Gubernur Kalsel, H Sahbiirin Noor, Sabtu (16/2).
Bersama sekitar 600 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat
(ULM), dan mantan rektor serta Ikatan Keluarga Alumni (IKA) ULM, berkumpul
memperingati gugurnya salah satu mahasiswa Unlam itu.
Pemuda
kelahiran Banjarmasin, Desember 1945, gugur dalam usia sangat muda, 20 tahun,
10 Februari 1966. Ia ditembak sewaktu berlangsung demonstrasi mahasiswa yang memperjuangankan Tiga
Tuntutan Rakyat (Tritura) ke pemerintahan Orde Lama di bawah rezim Presiden
Soekarno.
Bertindak sebagai pembina upacara, Paman Birin, sapaan
akrab Gubernur Kalsel, melepas rombongan dari depan Kantor Bank Mandiri (dulu
gedung kampus Unlam, Red.)
Sepanjang napak tilas menuju arah Pasar Lama, beberapa
mahasiswa melakukan orasi tentang semangat perjuangan Hasanuddin HM.
Kemudian melintasi Jembatan Pasar Lama menuju Jl Pierre
Tendean, Ajendrem 101 Antasari, menelusuri Jembatan Dewi, belok kiri menuju
Pasar Ujung Murung dan melintas di Jl Pangeran Samudera, kembali ke Jl Lambung Mangkurat,
depan Bank Mandiri, dan diteruskan ziarah ke Makam Pangeran Antasari,
Hasanuddin HM dan lain-lain di Jl Malkon Temon Banjarmasin Utara.
Menurut gubernur, peringatan ini sebagai bentuk
penghargaan generasi sekarang atas jasa kepahlawanan Hasanuddin HM sesuai
zamannya, dan Brigjend Hasan Basri juga sesuai zamannya.
“Almarhum rela berkorban tanpa pamrih di dunia
pendidikan dan kemajuan Banua,” jelasnya.
Dari nama besar Hasanuddin HM sebagai seorang mahasiswa
Unlam, lanjut Paman Birin, Pemprov Kalsel mendukung ULM untuk mencapai
akredetasi A.
“ULM merupakan universitas tertua di Kalimantan dan pemprov
pasti mendukung usaha meraih akreditasi A,” tandasnya.
Bahkan rencana IKA ULM untuk membangun monumen Pahlawan
Ampera di pintu gerbang baru ULM, lanjut Paman Birin, didukung Pemrprov Kalsel.
“Memang, pembangunan monumen itu harus ada keterlibatan pemprov. Karena Hasanuddin HM dan Hasan Basri tak hanya pejuang ULM, tapi juga bagi Kalsel,” timpal Ketua IKA ULM, Rusdi Effendi AR. (yb/rah/foto: hum)
