TANJUNG, banuapost.co.id– Untuk memastikan kematian warganya, empat polisi Korea Selatan sambangi Tabalong. Selasa (19/2).
Empat polisi ini turun langsung ke TKP meninggalnya warga
asal negeri ginseng yang bekerja sebagai Manager Commissioning and
Operation di PT Tanjung Power Indonesia (TPI).
Kapolres Tabalong, AKBP Hardiono, membenarkan datangnya empat anggota
kepolisian Korsel yang juga didampingi tim Polda Kalsel.
“Kedatangan mereka untuk mengkoordinasikan proses
penyidikan meninggalnya WNA asal Korsel di wilayah hukum Tabalong,”
ujarnya
Datangnya empat polisi, khususnya ke Tabalong, lanjut
kapolres, juga didampingi pihak keluarga sebanyak 2 orang.
Terkait proses kasus meninggalnya OSS, Hardiono mengaku masih
menunggu beberapa hasil laboratorium yang belum selesai.
Meski demikian, kapolres berharap dalam waktu dekat kasus
meninggalnya WNA asal Korsel ini dapat segera terungkap.
Sementara secara terpisah, Security Komplek
Perumahan Proper Green Village Mabuun, Trisno Rianto, juga membenarkan kalau kedatangan
tamu dari Polres Tabalong dan dari Polda Kalsel serta juga anggota kepolisian
Korsel.
“Mereka disini dari jam 11:00 siang hingga pukul 13:00
Wita,” katanya.
Trisno mengaku diberitahu anggota polsek, tim Polda
Kalsel dan Kepolisian Korsel akan melakukan penyidikan terhadap TKP
meninggalnya WNA itu.
Seperti diketahui, warga Komplek Perumahan Proper Green
Village Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, geger menyusul ditemukannya mayat seorang pria
asal Korea. Senin, (21/1).
Pria yang bekerja pada salah satu perusahaan besar di Tabalong, ditemukan sekitar pukul 08:05 Wita dalam keadaan tergantung di dalam kamar mandi di perumahan mewah itu. (her/foto: herry)
