PELAIHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya delapan rumah di Jl Samudera RT 10/04, Pelaihari, ludes dilalap api, Jumat (22/2) malam. Dugaan sementara, asal api dari hubungan pendek arus listrik (korsleting).
Menurut informasi yang diperoleh banuapost.co.id, api mulai
berkobar sekitar pukul 19:30 Wita, selepas sebagian besar warga menunaikan ibadah
Salat Magrib.
Sementara lokasi kebakaran merupakan salah satu kawasan padat
pemukiman penduduk di Kota Pelaihari.
Akibatnya, mobil pemadam kebakaran dari Satpol PP dan
Damkar Tala serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala tidak bisa mendekati
titik api.
Namun berkat bantuan warga dengan cara memastikan posisi
selang air, pemadaman dapat berjalan dengan lancar.
Sebelum pemadam datang, warga berupaya untuk melakukan
pemadaman dengan peralatan seadanya, seperti ember. Bahkan ada pula warga yang menebang batang pohon pisang
dan melemparkannya ke kobaran api.
Akan tetapi kobaran kian membesar. Selain karena
rumah-rumah yang dilalap rata-rata dari
kayu, tiupan angin pun juga berhembus cukup kencang.
Tecatat 8 rumah yang terbakar, yakni milik Usman, Jali
show room, Yuli, Husaini, H. Makbul, Yani Bebe, dan Edo. Sementara satu rumah
kosong yang tidak dihuni milik H Nazar Gusti Indra, juga tidak luput dari
amukan si jago merah.
Seperti halnya di rumah Jali show room yang menjual
sepeda motor bekas, puluhan sepeda motor pun tidak sempat diselamatkan.
Menurut Dewi, istri korban, saat itu sedang memberikan
susu cucunya, dan mencium ada bau kurang sedap. Setelah di jengguk, salah satu
rumah tetangga sudah ada api berkobar di bagian dapur.
“Teriakan api pun sontak saja keluar, hingga tetangga
maupun warga lainnya, berdatangan,” katanya.
Dewi mengaku tidak ada satupun barang yang harus dibawa
untuk diselamatkan, selain membawa cucu keluar rumah dan baju di badan.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, selain sejumlah korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Sedang kasusnya, tengah dalam penyelidikan jajaran Polres Tala. (zkl/foto: ist)
