PELAIHARI,
banuapost.co.id– Petani di Kabupaten
Tanah Laut, saat ini senang dengan hasil panen yang mengalami peningkatan. Satu
borong sawah mampu menghasilkan sampai 20 kaleng gabah kering.
Sebelumnya
jangankan dua puluh kaleng. Untuk mencapai 10 kaleng per borong atau setara 17
x 17 meter persegi, sulit sekali. Rata-rata hanya mampu menghasilkan 8 kaleng per borong.
Peningkatan
hasil panen ini dirasakan petani Dusun 2 atau Dusun Kabuau, Desa Telaga,
Kecamatan Pelaihari, dan petani Desa Kurau, Kecamatan Kurau.
Selain
mengikuti program, petani juga memodifikasi dengan menggunakan pupuk
non-subsidi Caping Tani. Meski harganya lebih mahal, namun hasilnya memuaskan.
“Sebelumnya
saya hanya dapat beberapa kaleng per borong. Untuk panen kali ini, hasilnya
jauh lebih baik,” kata Murjani, petani asal Desa Kurau, Kecamatan Kurau.
Menurut
Murjani sebelum menggunakan pupuk Caping Tani satu borong sawahnya hanya menghasilkan
maksimal sembilan kaleng. Tahun ini dengan menggunakan produk pupuk tersebut,
mampu menghasilkan sampai 14 kaleng per borong.
Hal
yang sama diakui Syahniansyah, petani Dusun Kabuau, Desa Telaga, Kecamatan
Pelaihari. Anggota kelompok tani Jakasuma itu sebelum menggunakan pupuk Caping Tani,
hanya menghasilkan 8 sampai 10 kaleng per borong.
“Saat
ini ada petani desa kami yang sampai 18 sampai 20 kaleng per borong,” beber
Syahniansyah yang sawahnya bakal panen sekitar satu minggu lagi.
Efendi
Simamora distributor pupuk Caping Tani, mengaku turut senang dengan
keberhasilan petani meningkatkan hasil panennya. Selain menawarkan produk, pihaknya
juga membantu petani dalam perawatan pasca tanam.
Menurut
Simamora, saat ini produknya sudah banyak dipakai petani di Kalsel, seperti di
Batola, Tanah Bumbu, Kotabaru, Kabupaten Banjar dan lain-lain. (zkl/foto: ist)