PELAIHARI, banuapost.co.id– Kekharismatikan Abah Guru Sekumpul menusantara. Dalam Haul ke-14-nya yang prosesi keagamaannya dilakukan tiga kali, terutama Sabtu dan Minggu (9-10/3), jutaan umat datang dari berbagai daerah memadati kawasan Sekumpul.
Jutaan jamaah itu, Ustaz Effendi dan Ramdani di
antaranya. Kedua warga Kota Palu, Sulawesi Tenggara (Sulteng), datang dengan
hanya menggunakan kendaraan roda dua.
Dengan kendaraan matic jenis Honda Scoopy, keduanya
melewati jarak tempuh yang cukup jauh. Berangkat dari Kota Palu pada Rabu (6/3)
naik kapal.
Dua hari perjalanan laut, Fendi dan Ramdani akhirnya
sampai di Kecamatan Penajam, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (8/3).
Dari Kecamatan Penajam, Fendi dan Ramdani melanjutkan
perjalanan mnempuh 428 kilometer untuk sampai ke Martapura, Kabupaten Banjar.
Meski menempuh perjalanan panjang dari Panajam ke Martapura,
Fendi mengaku merasakan kenikmatan.
“Meski kaki dan pinggang saya lumayan sakit, ini
kenikmatan luar biasa,” katanya sambil tersenyum.
Sementara Ramdani, mengaku selama perjalanan dari Palu ke
Martapura tidak mengalami kesulitan apapun.
“Justru mempermudah perjalanan karena banyak pos-pos
relawan. Kami diberi makan, minum dan diberi uang ketika ingin pergi,” ucapnya.
Soal pilihan menggunakan sepeda motor, tak ditampik Fendi
itulah satu-satunya cara karena saat ini perekonomian di daerah Palu masih
belum bangkit.
Ketulahan
Alasan kuat pergi ke Kalsel selain karena ingin
menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul, juga karena takut ketulahan (durhaka)
dengan kampung halaman.
Diceritakan Fendi, saat gempa dan tsunami melanda Palu
ada seorang relawan dari Tala bernama Marzuki atau biasa dipanggil Zuki.
Zuki menanyakan kepada Effendi kapan terakhir pulang ke
Kalsel. “Tak pernah pulang,” jawab Fendi.
“Uma kada pernah ke Banjar lagi kah pian? Kalau pina
ketulahan lawan kampng halaman,” ujar Zuki.
Ucapan Zuki membuat Fendi tertegun. “Saya kepikiran
kata-kata itu dan terus terngiang-ngiang di telinga. Karena sejak meninggalkan
Kalsel umur 5 tahun, dan sekarang usia 63 tahun, saya belum pernah pulang ke
Kalsel,” kata Fendi.
Bertepatan dengan Haul Abah Guru Sekumpul, akhirnya Fendi menginjakan kaki di tanah kelahirannya setelah 58 tahun lebih tidak pernah kembali ke Kalsel. (zkl/foto”ist)
