BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pemprov Kalsel hibahkan Rp 1 milliar untuk pembangunan masjid terapung pertama di Pulau Kalimantan. Bahkan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, juga membantu secara pribadi sebesar Rp 100 juta.
Pembangunan Masjid Bani Aryadi di Jl Sungai Jingah Banjarmasin
Utara, mulai dilakukan dengan pemancangan tiang pertamanya, Rabu (13/3) pagi.
Menariknya, masjid terapung ini berada tepat di depan kubah makam Syeh Jamaluddin (Syeh Surgi Mufti), yang selama ini sudah menjadi salah satu ikon wisata religi di Kalsel.
Sejarahnya, sebelum oleh masyarakat direnovasi total menjadi masjid, dulunya hanya sebuah mushala yang dibangun Syekh Jamaludin atau dikenal dengan Syekh Surgi Mufti.
Menurut H Hawari, Ketua Panitia, langgar atau Mushala Bani Arsyadi sudah berusia ratusan tahunan. Selain sudah tua juga kurang memadati untuk digunakan.
“Oleh karena itu, masyarakat dan pengurusnya berinisiatif
membangun yang lebih baik lagi, yaitu masjid terapung yang bangunannya agak sedikit
menjorok ke sungai,” jelasnya.
Masjid ini nantinya, lanjut Hawari, luasan bangunan 207 m
dan berdiri di atas lahan seluas 780 m. Masjid rencananya akan dikonsep dengan
arsitektur mengadaptasi dari bangunan Masjid Madinah.
Sementara menurut Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, selain
pasar terapung, Kalimantan Selatan juga memiliki Mesjid Terapung.
Selain itu, lanjut Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel
itu, ini momentum yang monumental. Karena dengan keberadaan mesjid terapung di
Sungai Jingah, membuktikan masyarakat setempat adalah masyarakat yang
tradisional.
“Karena disini masih banyak kita lihat Rumah Banjar
dengan nilai sejarahnya, yang bisa di katakan Kampung lawas,” ucapnya.
Pembangunan masjid terapung, sambung Paman Birin, tujuannya selain menjadi tempat ibadah, juga
akan menjadi tempat wisata baru atau ikon wisata religi baru di Kalsel.
“Selama ini, 20 persen dari APBD kita masih
bergantung pada sektor pertambangan yang suatu saat akan habis. Karena itu kita
harus mencari alternatif dan berhenti bergantung pada sektor pertambangan,”
katanya. (end/foto: hum)
