PELAIHARI, banuapost.co.id– Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas Angsau, kekurangan tenaga dokter dan tenaga medis pria. Puskesmas juga dihadapkan pada minimnya ruangan konsultasi dan ruang tunggu pasien.
Kondisi demikian, terungkap saat Wakil Bupati Tala, Abdi
Rahman, melakukan kunjungan ke puskesmas, Jumat (1/3). Bahkan tak hanya itu, wabup
mendapat banyak keluhan dari pengelola puskesmas.
Puskesmas di kompleks perkantoran Bupati Tala itu, hanya
dilayani tiga dokter. Satu dokter gigi dan dua dokter umum. Ironisnya, salah
satu dokter umum ditugaskan sebagai Plt Kepala puskesmas di kecamatan lain.
Sedang tenaga medis dari empat puluh yang ada, hanya tiga
pria. Sehingga sering kesulitan jika ada pasien yang terpaksa harus dievakuasi.
Selain tenaga dokter dan medis, puskesmas juga harus
dihadapkan dengan membludaknya pasien yang mencapai 100 sampai 150 orang per
hari.
Sementara ruang konsultasi dan tunggu pasien, terbatas. Sehingga
tidak jarang, pasien harus duduk di lorong puskesmas atau di bawah pohon.
Pelaksana Harian Kepala Puskesmas Angsau, drg Diana
Susanti, membenarkan kondisi puskesmas yang dikelolanya perlu pembenahan untuk
dapat melayani pasien secara maksimal.
“Saat ini, ruang konsultasi hampir tidak berjarak dengan
pasien yang sedang menunggu giliran. Sehingga masalah penyakit yang disampaikan
kepada pasien, dapat didengar pasien lain,” jelas drg Diana Susanti.
Menurut Diana, minimnya tenaga dokter yang tinggal dua
orang, terutama dokter umum, setiap hari dikunjungi pasien sampai 100 orang.
“Kami saat ini tidak banyak waktu untuk memberikan
penyuluhan di luar puskesmas, karena harus melayani kunjungan pasien yang
lumayan banyak setiap harinya,” tandasnya.
Padahal dengan kondisi demikian, lanjut drg Diana, sudah
pernah diajukan permohonan ke Dinas Kesehatan Tala. Namun sampai saat ini,
belum ada tindak lanjutnya.
Sementara Wakil Bupati Tala, Abdi Rahman, setelah
mendapat masukan, berjanji mengambil langkah-langkah darurat dengan meminta
kepada dinas terkait untuk membuatkan kanopi untuk ruang tunggu pasien.
“Langkah selanjutnya akan berkonsultasi dengan bupati,
apakah dapat memanfaatkan gedung kantor yang ada di seberang puskesmas,” ujar Abdi
Rahman kepada awak media.
Sebelum mengunjungi Puskesmas Angsau, wabup dengan bersepeda didamping sopir dan ajudan, juga menyempatkan diri meninjau gudang penyimpanan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Di sini wabup hanya meminta berkas-berkas pengadaan ke pihak rumah sakit. (zkl/foto: ist)
