BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Beredarnya video yang menuding server KPU diseting untuk memenangkan salah satu
pasangan capres dan cawapres, dipastikan hoax alias berita bohong.
Soal hoax itu dikemukakan Ketua KPU Kalsel, Sarmuji.
Karena KPU masih menggunakan sistem
manual dalam proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Begitupun rekapitulasinya dilakukan secara berjenjang. Dari
kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional, hingga penetapan hasil secara resmi.
“Secara manual artinya, masih pakai kertas/formulir. Dilaksanakan
melalui rapat pleno terbuka, dihadiri pengawas pemilu, saksi peserta pemilu dan
lain-lain,” jelas Sarmuji di sela KPU Kalsel Run, Minggu (7/4).
Menurut Sarmuji, saat ini KPU punya Sistem Informasi
Penghitungan (Situng). Namun Situng bukan untuk menghitung, merekap dan
menetapkan hasil secara resmi.
Situng hanya untuk menampilkan hasil penghitungan,
rekapitulasi, dan penetapan yang telah dilakukan secara manual tadi.
“Hanya untuk informasi. Tidak lebih, tidak kurang. Karena
UU kita belum memberi peluang dilakukan pemungutan suara secara elektronik
(e-voting), penghitungan suara secara elektronik (e-counting), atau
rekapitulasi hasil suara secara elektronik (e-recapitulation),” tukasnya.
Untuk memastikan tidak ada kecurangan, sambung Sarmuji,
para saksi dari peserta pemilu, harus bekerja maksimal.
“Awasi saat pencoblosan dan penghitungan suara sama
keluar formulir C-1. Begitu seterusnya, kawal di kecamatan, kabupaten/kota, dan
provinsi, sampai nasional,” imbuh Sarmuji.
Terkait kegiatan KPU Kalsel Run atau Pemilu Run 5K,
menurut Sarmuji juga dilaksanakan di daerah lainnya. Termasuk di kabupaten dan
kota di Kalsel.
Kegiatan ini bagian dari sosialisasi pemilu yang
dilakukan pihaknya, termasuk sosialisasi suara suara dan tata cara pencoblosan.
Kegiatan yang dipusatkan di Panggung Taman Siring Nol Km ini,
diikuti sebanyak 1.800 orang. Peserta yang beruntung, mendapatkan berbagai door
prize dari pencabutan undian nomor peserta. (emy/foto: iman)
