PALANGKA RAYA, banuapost.co.id–
Berbagai aspek, termasuk dalam atau tidaknya gambut, menjadi kajian tim sebelum
diputuskan sebuah daerah layak dijadikan ibukota. Tujuanya agar ketika diputuskan,
tidak ada kesalahan.
“Semua aspek memang harus dilihat, sosiologi, masalah
lingkungan, masalah kebencanaan, masalah yang berkaitan dengan sosial politik,
kebutuhan air bisa tersedia atau tidak, gambut dalam atau tidak, masalah
konstruksi seperti apa. Semuanya akan dicek, dilihat, dikalkulasi oleh tim.
Saya hanya melihat lapangannya, kemudian biar ada feeling begitu. Nah nanti
dalam memutuskan biar tidak salah,” kata Presiden Joko Widodo.
Berbagai aspek yang jadi pertimbangan dalam wacana
pemindahan Ibukota pemerintahan RI itu, dikemukakan Kepala Negara kepada
wartawan usai Shalat Tarawih, Selasa (7/5) malam.
Apabila sudah memiliki data-data dari berbagai aspek yang
berasal dari beberapa lokasi yang menjadi alternatif calon ibu kota, lanjut
presiden, tentunya akan segera diputuskan pilihannya dengan terlebih dahulu
berkonsultasi dengan DPR.
“Kalau bahan-bahan yang tadi saya sampaikan sudah komplet,
ya segera akan kami putuskan. Namun kan
tentu saja ini harus konsultasi dengan DPR,” tandasnya.
Hari ketiga di Pulau Kalimantan, Rabu (8/5), presiden meninjau
lokasi yang menjadi alternatif ibukota RI. Kali ini lokasi yang ditinjau Kabupaten
Gunung Mas, sekaligus lokasi kedua yang disambangi setelah sehari sebelumnya
meninjau lokasi yang berada di Provinsi Kaltim.
Presiden dan rombongan bertolak menuju Kabupaten Gunung
Mas dengan Helikopter Super Puma TNI AU pada pukul 09:55 WIB melalui Bandar
Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, dan tiba pukul 10:40 WIB.
Sebelumnya, presiden sempat menyambangi Tugu Soekarno
yang merupakan tiang sebagai batu pertama pembangunan Kota Palangka Raya, 17
Juli 1957. Batu tersebut diletakkan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno. (yb/din/ foto: rusman)
