BARABAI, banuapost.co.id–
Ketua TP PKK Kalsel, Hj Raudatul Jannah, mengungkapkan syukur dan bangganya atas
prestasi PKK Kenanga, Kelurahan
Birayang, HST, mengharumkan Banua melalui even lomba berskala nasional. Ini
setelah Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK di Kelurahan Birayang,
HST itu, masuk nominasi 6 besar tingkat
nasional.
Penghargaan itu disampaikan Hj Raudatul Jannah saat
memberikan sambutan di depan undangan,
pengurus PKK dan Tim Penilai Pusat
diketuai Sri Adriyani di Halaman MTsN
6, HST, Selasa (9/7).
Istri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, mengucapkan terima
kasih dan penghargaan kepada kader dan seluruh pengurus PKK di semua tingkatan HST
atas kerja keras melaksanakan program kerja.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PKK
Pusat, pemerintah daerah atas bimbingan
dan pembinaan kepada kami dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui
peran nyata PKK,” ucapnya, seraya mendoakan Kalsel bisa meraih prestasi
terbaik di even berskala nasional itu
Sementara Ketua TP PKK Pusat Pokja W, Sri Adriyani,
mengucapkan terima kasih atas sambutan luar biasa dari pemerintah Kabupaten HST
dan juga semangat Ketua TP PKK Provinsi Kalsel.
“Semangat dari ketua TP PKK Provinsi Kalsel ini yang
membuat PKK Kelurahan Birayang termotivasi kuat mengembangkan UP2K PKK, hingga berhasil masuk dalam nominasi 6 besar
tingkat nasional,” ujar Sri Adriyani .
Menurutnya, apa yang telah diungkapkan Ketua TP PKK
Provinsi merupakan salah satu kunci berjalannya PKK di Kelurahan. Harus
disadari, PKK adalah faktor kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat di
daerah.
Produk UP2K PKK Kenanga Birayang di Kecamatan Batang Alai
Selatan, HST, yang berhasil menarik hati tim penilai pusat, antara lain jamu instan herbal, sasagun, madu kalulut dan
bedak dingin jalukap yang dipasarkan sampai ke Timur Tengah.
Selain itu juga, terdapat 23 macam kegiatan usaha yang
terus dikembangkan yang juga menguntungkan, selain empat produk unggulan
tersebut.
Diketahui perkembangan jumlah anggota UP2K Kenanga cukup
menggembirakan. Setiap tahun terus meningkat dari 30 orang pada 2015 yang lalu,
meningkat 43 orang di 2018.
Penilaian ini dilakukan dengan cara langsung melihat
sistem administrasi UP2K PKK Kenanga. Tim juga melakukan pengecekan pada sumber
permodalan bergulir yang berasal dari sumbangan anggota dan dana pribadi
pengurus, serta jumlah simpanan anggota (dev/foto:
hum)
