BOGOR, banuapost.co.id–
Menerima kunjungan kehormatan Menlu Singapura, Vivian Balakhrisnan, Presiden
Joko Widodo bahas mengenai persiapan Leader’s Retreat (pertemuan informal
pemimpin kedua negara, Red.) yang
akan dilakukan tahun ini.
Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa
Barat, Rabu (17/7). Dalam pertemuan itu, presiden didampingi Menteri Luar
Negeri, Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.
Sementara delegasi Singapura yang turut hadir, antara
lain Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar, Direktur Jenderal
Asia Tenggara I Kementerian Luar Negeri Singapura, Ian Mak, dan Asisten
Direktur untuk Indonesia, Nicholas Koh.
Seusai pertemuan, Menlu Retno menyampaikan, pihak
Indonesia dan Singapura, juga sedang membahas mengenai tanggal pelaksanaannya.
Menurut Menlu Retno, dalam pertemuan itu juga dibahas urusan
peningkatan sumber daya manusia. Misalnya pelatihan-pelatihan untuk guru SMK
dan politeknik. Tak hanya itu, kerjasama yang terkait dengan perawatan,
pemeriksaan, dan perbaikan pesawat juga dibahas.
“Ini tidak di kawasan Kendal, tetapi di kawasan BBK
(Bintan, Batam, Karimun) untuk men support Changi. Belum lagi kita bicara di
Batam untuk Nongsa Digital Park,” tuturnya.
Secara khusus, pihak Singapura melalui Menlu Vivian, juga
menyampaikan itikadnya untuk melakukan kerjasama yang lebih kuat dengan
Indonesia.
Menurut Retno, kondisi Indonesia yang stabil dan aman,
sangat diapresiasi. Sehingga kerjasama antara Singapura dengan Indonesia, tidak
terhambat.
“Teman-teman tahu, Singapura adalah negara investor
asing nomor satu dan banyak sekali kerjasama yang telah kita lakukan,”
ujarnya.
Sebelum berbicara mengenai masalah Leader’s Retreat,
Menteri Luar Negeri Vivian Balakhrisnan juga menyampaikan ucapan selamat kepada
presiden atas hasil pemilu dan proses pemilu yang sudah berjalan dan sudah
ditetapkan Mahkamah Konstitusi.
“Menlu Vivian menyampaikan, saya quote, ‘Indonesia
should be congratulated’. Mereka juga sangat menghargai leadership
Indonesia,” ujar Retno.
Dalam pertemuan tersebut, presiden juga berdiskusi
mengenai visi yang disampaikan pada 14 Juli lalu. Menurut Retno, dari lima visi
itu setidaknya tiga visi langsung dapat dikerjasamakan.
“Pertama mengenai infrastruktur, yang kedua mengenai
masalah investasi, dan yang ketiga mengenai pengembangan sumber daya
manusia,” tandasnya. (yb/din/foto:
muchlis jr)
