SAMPIT, banuapost.co.id– Anda yang gemar
berselfie dengan latar belakang indah, tak perlu datang jauh-jauh, Di Desa
Bangendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, (MHU) menyediakan lokasi bagus
untuk menyalurkan hobi Anda.
Berkat tangan kreatif
warganya, di lokasi itu dibentuk hiasan dari kain-kain berwarna-warni menuju
lorong masuk area foto melambangkan cinta.
Tak hanya itu, kursi
pelaminan pun disediakan sebagai tempat bersantai para pengunjung. Bahkan tersedia
juga topi-topi buat berselfie ria. Merogoh kocek untuk masuk area foto Rp 5
ribu, sepuas-puasnyalah berswafoto.
Itulah sekilas
gambaran spot-spot untuk berselfie yang disediakan warga desa disana. Persisnya
lokasi itu berada di bantaran sungai yang di atasnya membentang jembatan
gantung penghubung dua desa di kecamatan tersebut.
Bagi pengunjung,
memilih susana yang lebih menarik untuk foto-foto selfie, tentunya ada waktu
yang lebih indah. Seperti suasana sunset di waktu tenggelamnya sang surya di latarbelakangnya.
Moment waktu-waktu
itulah banyak dimanfaat para pengunjung untuk berswafoto, terlebih anak-anak
generasi millineal dengan bermacam gaya.
Membuat ide spot-spot
berswafoto yang dikelola warga dan pemerintahan desa, pengunjungnya cukup
signifikan. Apalagi akhir pekan jumlahnya sampai ratusan orang.
Lokasi baru, ide salah
satu warga yang meletakkan destinasi wisata tersebut, sekitar bawah jembatan
gantung penghubung Desa Bangendang Permai dan Desa Bangendang Hulu, Kecamatan
Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimatan
Tengah, menjadi viral di sosial media seperti facebook dan instagram.
Kepala Desa Bangendang
Permai, Kuryadi, ketika dikunjungi media ini mengatakan, lokasi swafoto yang
dimanfaatkan masyarakatnya sangat membantu perekonomian warga desanya.
“Kita kerjasama
dengan pihak warga untuk mengembangkan destinasi swafoto itu lebih bagus
lagi,” ujar kades kepada banuapost.co.id,
Senin (19/8).
Segala pembuatan
dekorasi maupun bentuk pemandangan, lanjut Kuryadi, semua kreatifitas warga. Sementara
pemerintahan desa, hanya memfasilitasi
tempatnya (tanah) saja.
“Alhamdulillah,
selama adanya spot berswafoto ini, pengunjung yang datang ke desa menjadi ramai
dan perkonomian warga terbantu,” tandasnya.
Bahkan di sekitar
lokasi, lanjut Kuryadi, akan dibangun lagi jembatan kayu ulin memanjang, hingga menuju
warung kuliner untuk pengembangan wisata ke depannya.
Begitupun dengan kawasan
bawah jembatan gantung, salah satu akses penghubung dua desa di Kecamatan MHU,
menjadi area destinasi wisata baru yang diharapkan banyak dikunjungi pengunjung.
Rencananya, desa
tetangga sebelah pun akan membangun tempat bersantai dan nongkrong, seperti
kafe dan warung kuliner di pinggiran sungai, guna menambah daya tarik
pengunjung lainnya.
“Desa Bangendang
Hulu juga akan membangun wisata kuliner dan kafe. Lokasinya bekas pelabuhan
perhubungan yang miring dan tidak dimanfaatkan lagi. Itu akan direhab untuk
diratakan,” timpal Sahrul Hamid, Kasi PMD Kecamatan MHU.
Menurut Sahrul, adanya
destinasi wisata swafoto yang baru berjalan 1,5 bulan itu, sudah banyak dikunjungi
pengunjung dan viral hingga di sosial media.
“Setiap Minggu pagi
sampai sore, banyak yang datang. Ada sekitar 500 orang. Mereka kebanyakan para millenial
yang hoby berswafoto. Ada yang dari Sampit, Katingan, bahkan kota Palangka
Raya,” jelas Sahrul. (urd/foto:
umar)
