PELAIHARI, banuapost.co.id–
Setelah sepekan sebelumnya melakukan pengobatan dengan terapi Al Qur’an (ruqyah),
dua mahasiswa UIN Antasari menggelar penyuluhan agama kepada warga binaan di
Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Pelaihari, Senin (19/8).
Tak urung, penyuluhan agama dua mahasiswa UIN Antasari yang
magang di rutan itu, Abdu Syahid dan Arina Rofikoh, diapresiasi Karutan
Pelaihari, Budi Suharto.
Dalam sambutannya sebelum penyuluhan agama dimulai, Budi
Suharto mengucapkan terimakasih kepada kedua mahasiswa tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi. Sementara kepada warga binaan
saya berpesan, apapun yang disampaikan diharapkan bisa didengarkan dengan baik
sebagai bekal untuk kembali kemasyarakat kelak,” tandas Budi.
“Begitupun dengan KH Awang Fathuddin,S Ag yang sudi
datang dan memberikan penyuluhan agama, semoga menjadi amal kebaikan bagi kita
semua,” sambung Budi.
Jangan
tinggalkan Al Qur’an
Sementara KH Awang Fathuddin yang selain bekerja di
Kemenag Tanah Laut, juga pimpinan Pondok Pesantren Nur Ihya’iddin Sei Riam
Pelaihari, dalam ceramahnya mengatakan, Al Qur’an adalah obat paling mujarab
untuk segala macam penyakit medis maupun non medis.
Menurutnya, sejak awal abad ke-9 ahli kedokteran mulai
menyadari adanya hubungan antara penyakit fisik dengan kondisi psikis manusia.
Manusia bisa menderita gangguan fisik, karena gangguan
mental (somapsikotis). Sebaliknya, gangguan mental dapat menyebabkan penyakit
fisik (psikosomatis).
“Di antara berbagai faktor mental yang diidentifikasi
memiliki potensi menimbulkan gejala tersebut adalah keyakinan agama,” ujar KH
Awang.
Hal ini, lanjut KH Awang, antara lain disebabkan sebagian
dokter beranggapan, penyakit mental
(mental illness) tidak ada hubungannya dengan penyembuhan medis.
“Sedang agama, membawa efek tenang jika dilakukan
lewat doa, ritual, meditasi dan bentuk lain dari relaksasi tubuh,” jelas KH
Awang.
Sehingga, sambung KH Awang, dengan ajaran keyakinan yang dimiliki
dapat mengurangi depresi dan stress pada fisik. Ini sesuai penelitian yang ditemukan, terkait bagaimana
keyakinan dapat berdampak sangat baik bagi tubuh.
Mengobati berbagai macam penyakit dengan Al Qur’an,
menurut KH Awang, merupakan ikhtiar besar. Tidak hanya membantu warga binaan
agar dapat sehat dengan Al Qur’an, tapi juga terus mengajak warga binaan untuk
tidak meninggalkan Al Qur’an.
“Istiqomah membacanya, serta tekun melaksanakan amal
ibadah lainnya yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim,” pungkas KH Awang. (zkl/foto: ist)
