PELAIHARI, banuapost.co.id–
Titik kebakaran lahan di Kabupaten Tanah Laut dalam dua pekan terakhir,
mengalami kenaikan drastis. Tim gabungan penanggulangan bencana karhutla setiap
hari sampai harus berpencar untuk memadamkan titik api yang muncul berbarengan.
Bersadarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, dari awal Agustus sampai pertengahan Agustus,
sedikitnya tercatat 56 kali kebakaran lahan. Belum termasuk yang terjadi pada
Selasa (13/8) siang, dimana petugas memadamkan tiga titik api.
Lahan yang terbakar sampai sejauh ini masih berupa lahan
kosong yang ditumbuhi pohon galam dan bundung yang jumlahnya sudah mencapai 116
hektare.
Total kebakaran lahan di tanah laut sampai 12 Agustus
2019 tercatat 112 kali dengan luas lahan terbakar 183,46 hektare. Kecamatan
Bati-Bati menjadi kawasan yang terbanyak muncul titik api dengan 40 kejadian,
diikuti Kecamatan Jorong dengan 32 kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Tala, M Kusri mengungkapkan, bulan
Agustus memang terjadi peningkatan jumlah kebakaran lahan. Hal ini tidak
terlepas makin mengeringnya kawasan lahan kosong yang mudah terbakar.
“Memang bulan ini (Agustus) sampai pertengahan bulan saja
jumlahnya sudah mencapai 56 kali, jauh lebih banyak dibandingkan bulan
sebelumnya,” kata Kusri saat dikonfirmasi di Posko darurat karhutla BPBD di
Desa Gunung Raja.
Parahnya lagi, tambah Kusri, beberapa titik api muncul
jauh dari jangkauan semua peralatan pemadam kebakaran lahan yang mereka bawa. Sehingga
meminta bantuan helikopter BNPB yang stanby di Bandara Syamsudinnoor,
Banjarbaru.
“Ada empat kejadian kami terpaksa mengguanakan water
boombing, karena lokasinya tidak terjangkau,” tambah lelaki yang terlihat
selalu berada di lokasi saat titik api muncul.
Menyasar
kebun sawit
Kebakaran lahan di kawasan Desa Maluka Baulin yang
berbatasan dengan Desa Raden, Kecamatan Kurau, sempat membuat panik salah satu
perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, api yang melalap lahan kosong
milik TNI AU itu, berbatasan langsung dengan kebun sawit.
Api yang muncul sekitar dua kilometer dari batas dengan
kebun sawit, merambat dengan cepat akibat hembusan angin yang cukup kencang.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Tala dan Dinas
Satpol PP dan Damkar Tala, turun ke lokasi bersama Manggala Agni Daops
Pelaihari yang turun menggunakan pompa apung.
Kapolsek Kurau dan anggota Koramil Kurau, ikut terjun
dalam upaya memadamkan api yang sudah memecah menjadi tiga titik. Sementara
pihak perusahaan, berjaga-jaga dengan peralatan yang dimilikinya.
Syamsul Amit, Wakil Komandan Regu Manggala Agni Daops
Pelaihari, mengatakan, pemadaman di lahan milik TNI AU ini cukup sulit, karena
titik api berada jauh di tengah lahan yang banyak ditumbuhi pohon galam.
Anggota pemadam BPBD dan Satpol PP dan Damkar Tala serta
Manggala Agni, terpaksa menyusup di sela-sela pohon galam untuk mencapai titik
api.
“Kami terpaksa memasang slank yang panjang untuk mencapai
titik api, dan juga menyusup di antara pohon galam,” kata Samsyul.
Setelah berjuang dari pukul 12 siang, tim gabungan
Karhutla Tala akhirnya mampu meredam kobaran api, dan kembali ke Pos Aju hampir
menjelang Maghrib. (zkl/foto: zul yunus)
