KINTAP, banuapost.co.id–
Kerjasama Pemkab Tala dan PT Arutmin Indonesia (AI) Site Kintap untuk
menjadikan kawasan bekas pertambangan menjadi lahan peternakan sapi, ternyata
bukan isapan jempol belaka.
Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan langsung Bupati
Tala, H Sukamta, ke percontohan peternakan sapi di lahan bekas pertambangan
yang berada di PT AI Site Kintap, Kecamatan Kintap, Sabtu (10/8).
Dalam kunjungan, bupati didampingi Kepala Teknik Tambang
PT AI Site Kintap, Cipto Prayitno, dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan, Suharyo, pertama-tama mengunjungi lahan bekas reklamasi pertambangan
yang akan dijadikan sebagai areal peternakan sapi.
Menurut Cipto Prayitno, percontohan peternakan sapi di
lahan bekas pertambangan, berdiri di atas lahan seluas 10 hektare. Jika
berhasil, akan dipindahkan ke lahan pengembalaan sapi di area bekas tambang
yang lebih luas.
“Saat ini sapinya ada 18 ekor indukan betina dan ada
2 ekor indukan jantan. Nanti tiap tahunnya akan kami tambah terus agar
perkembangbiakkannya cepat,” ujarnya.
Cipto juga membeberkan, lahan bekas tambang yang akan
dijadikan lahan peternakan, bukanlah seperti yang ada di benak masyarakat.
“Pasti banyak yang berpikir, bekas pertambangan itu
menyisakan lubang dan akan langsung dibuat peternakan. Itu salah. Kita membuat
peternakan di lahan bekas tambang yang sudah direklamasi dan sudah ditumbuhi
pepohonan dan rerumputan. Sehingga sangat strategis untuk mengangon sapi,”
bebernya.
Perda gubernur
Sementara menurut Bupati Sukamta, peternakan sapi di
lahan bekas pertambangan nanti, menjadi pilot project.
“Tadi sudah kita lihat. Secara potensial sangat luar
biasa. Nanti akan sangat menguntungkan masyarakat. Kita yakin ada komitmen kuat
dengan PT AI Site Kintap untuk merealisasikan rencana yang sangat
monumental di kabupaten ini,” ujarnya.
Pasca tambang, llanjut bupati, lahan-lahan tersebut masih
bisa digunakan masyarakat untuk dijadikan usaha, salah satunya di bidang
peternakan.
“Kita percontohan dari PT AI Site Kintap dulu. Saya sudah
minta perda ke Gubernur Kalsel agar lahan bekas pertambangan bisa dimanfaatkan untuk
lahan ternak. Apabila disetujui, maka nanti saya harap Kalsel dapat menjadi
sentra ternak sapi di Indonesia,” imbuihnya. (zkl/foto: ist)
