MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Akibat udara tak sehat imbas karhutla, Kepala Kantor Kemenag Barito Utara, H
Tuaini Ismail, meliburkan sekolah MI/MIN, MTsN dan MAN di daerah ini.
Kebijakan daimbil setelah melalui konsultasi dan
koordinasi dengan pihak terkait, menyikapi situasi dan kondisi udara akibat
kabut asap yang melanda wilayah Barut,
khususnya kota Muara Teweh.
“Demi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bagi para
pelajar di tingkat MI/MIN, MTsN dan MAN, untuk itu kami sampaikan, terhitung 16
sampai 18 September 2019, meliburkan proses belajar mengajar di sekolah, (libur
sekolah selama 3 hari),” jelas H Tuaini, kemarin.
Selama sekolah diliburkan, para guru diminta memberikan
tugas pelajaran di rumah kepada peserta didik, dan mengimbau untuk tidak
melakukan aktivitas di luar rumah selama kondisi udara tidak sehat.
Juga mengimbau kepada peserta didik dan tenaga pendidik,
agar selalu menggunakan masker selama kondisi terjadi kabut asap.
“Apabila kondisi kabut asap sudah berhenti atau berkurang,
maka proses belajar mengajar kembali seperti semula,” katanya.
Intruksi Kepala Kantor Kemenag Barut ini, seiring dengan keluarnya ‘maklumat’ Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, No: 188.5/7/BU tentang Pelaksanaan Proses Belajar Pembelajaran Satuan Pendidikan Jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/SLB. (arh/foto: ist)
