KANDANGAN, banuapost.co.id–
Handtractor modifikasi, inovasi jajaran Kodim 1003/Kandangan, diyakini dapat
menekan biaya produksi para petani dalam mengolah lahannya.
“Selain berfungsi untuk memudahkan dalam membersihkan
jerami dan rerumputan yang ada di lahan persawahan, alat ini juga akan
menghasilkan pupuk organik dari jerami. Sehingga bisa mengurangi biaya produksi,
khususnya penggunaan pupuk kimia,” jelas Dandim 1003/Kandangan, Letkol Inf
Suhardi Aji Sriwijayanto.
Dandim mengungkapkan hal itu di sela-sela praktek teknologi
inovasi handtractor rotary bekerjasama dengan BPBD dan Dinas Pertanian di Desa
Tinggiran, Kecamatan Kandangan, Selasa
(10/9).
Dari hasil penelitian
Balitbang Kementerian Pertanian, lanjut dandim, perbandingan pupuk bila difermentasi
dengan benar, maka per 1 ton GKG akan menghasilkan ± 1.5 ton jerami.
“Begitupun setelah difermentasi, maka akan menghasilkan
pupuk/unsur N 9 kg, P 2 kg, K 25 kg, S 2 kg, Si 70 kg, Ca 6 kg, Mg 2 kg,”
ujarnya.
Dengan inovasi yang dikembangkan, sambung dandim, para
petani dapat menghemat waktu, hemat biaya dan hemat tenaga. Sehingga dapat
meningkatkan produksinya.
Bahkan menurut dandim, petani nantinya tidak perlu capek-capek
mengangkat bekas jerami dari lahan. Karena dengan Alsintan yang sudah dimodifikasi,
jerami akan langsung hancur dan tercampur dengan tanah.
“Sehingga dengan sendirinya setelah itu, tinggal kita
lakukan pelapukan atau pembusukan,” katanya. (*/yb/asy/foto: ist)
