MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Pemprov Kalteng menggalakkan program yang
dikenal dengan istilah Gerakan Sayang Ibu (GSI).
GSI merupakan gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas
hidup perempuan, utamanya mempercepat penurunan angka kematian ibu hamil,
melahirkan, nifas dan angka kematian bayi.
“Dengan adanya GSI ini, diharapkan dapat memberdayakan
masyarakat untuk turut serta menjalankan program, seperti Suami Siaga, Masyarakat
Siaga, Bidan Siaga dan Desa Siaga,” jelas Ketua Tim Penilai GSI asal Provinsi
Kalteng, Dra Marwati Sukwatini, yang melakukan penilaian GSI di Desa Trinsing,
Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (11/9).
GSI dan posyandu, lanjut Marwati, memiliki keterkaitan
terhadap program teknis, yaitu program bina gizi kesehatan ibu dan anak dengan
sasaran meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang
bermutu bagi seluruh masyarakat.
“Program bina gizi dan kesehatan ibu serta anak ini,
dilaksanakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak oleh posyandu
dan GSI,” katanya.
Pelayanan KIA merupakan salah satu bentuk pelayanan
kesehatan dasar di posyandu yang meliputi upaya pencegahan penyakit, perawatan
dan pemulihan serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Sedang GSI merupakan faktor yang paling strategis untuk
meningkatkan mutu SDM. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan
derajat kesehatan yang cukup penting untuk menurunkan angka kematian bayi, dan
ibu melahirkan. (arh/foto: ist)
