MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Desa Tambaba, Kecamatan Gunung Purei, Barito Utara, memproduksi kerajinan
anyaman rotan. Produk ini, dinilai baik dan berkualitas.
Karena kondisinya ini, pemasarannya pun hingga ke daerah luar Kalimantan Tengah. Bahkan hingga
ke Kutai Barat, Pulau Jawa dan Bali.
Menurut Kaur Keuangan Pemdes Tambaba, Syamsul Arifin, salah
satu produk unggulan warga di Desa
Tambaba, bukan saja untuk dipakai. Melainkan sekarang ini sangat mendukung
usaha warga.
Terlebih, kata Syamsul, di Desa Tambaba tidak ada usaha
lain. Rotan adalah sumber usaha. Rotan juga diambil dan dianyam menjadi lampit
atau bahan mentah yang sering dijual ke Banjarmasin, Kalsel.
Dijelaskannya, rotan dapat diolah dalam berbagai macam
jenis anyaman. Misalnya tikar, anjat dan berbagai macam tas maupun dompet.
Harga jual hasil kerajinan pun beragam. Mulai Rp 50 ribu hingga Rp 400 ribu.
“Harga anyaman disesuaikan dengan motif dan bentuknya.
Kalau anyaman tikar harganya bisa Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta,” ucap
Syamsul.
Syamsul juga mengakui, dalam mengembangkan kerajinan ini
terdapat sejumlah kendala. Di antaranya belum ada pembeli yang dapat menampung
secara terus menerus. Selain itu, warga Desa Tambaba belum ada pemasaran yang
pasti.
“Kami terus melakukan pembinaan melalui pelatihan,
tapi kami belum dapat investor khusus untuk menagani produk anyaman royan
ini,” imbuhnya. (arh/foto: ist)
