PALANGKA RAYA, banuapost.co.id–
Kabut asap akibat karhutla di Kota Palangka Raya, ternyata berdampak pada
banyak aspek kehidupan. Salah satunya di bidang ekonomi.
Mengutip rilis Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng
yang diterima redaksi banuapost.co.id,
Senin (7/10), terdapat pola unik
perubahan tempat berbelanja konsumen Kota Palangka Raya.
Sepanjang musim kabut asap yang terjadi pada periode
Juli-September 2019, masyarakat lebih memilih berbelanja ke mini market,
supermarket, toko serba ada (toserba), swalayan, departemen store, maupun mall.
Perilaku konsumen yang lebih memilih belanja ke tempat-tempat
demikian, disinyalir untuk mendapatkan udara yang lebih segar. Karena sentra
perdagangan tersebut, menyediakan perangkat air conditioner (AC).
Akibatnya, jumlah pengunjung pasar-pasar tradisional pun mengalami penurunan.
“Berdasarkan informasi dari responden survei Pusat
Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), terdapat penurunan pengunjung yang
datang ke pasar tradisional dan berdampak pada penurunan pendapatan pedagang
sekitar 20-30 persen,” sebut BI.
Meski demikian, terjadinya kabut asap tidak mengurangi
pertumbuhan tingkat penjualan aneka barang kebutuhan. Bahkan, traffic customer mengalami peningkatan. (sar/foto: ist)
