BANJARBARU, banuapost.co.id–
Komunitas punk dan anak jalanan, kerap dipandang remeh dan sebelah mata oleh masyarakat.
Kondisi ini bisa jadi karena kehidupan mereka yang cenderung bebas dan dianggap
‘liar’.
Namun apa jadinya jika mereka dibiarkan dan tidak dibina
ke jalan yang lebih baik?
Suatu kegiatan mulia dilakukan Mahasiswa Psikolog ULM dengan
mencoba merangkul komunitas anak punk dan jalanan untuk diedukasi melalui
pendekatan keilmuan.
Menurut Rishka, salah satu mahasiswa, melalui tugas
kampus yang dilakukan, pihaknya mencoba melakukan terapi kelompok pada
komunitas anak punk.
“Terapi kelompok berupa memberikan bantuan emosional
dan psikologis kepada mereka, ” tuturnya di salah satu tempat umum di
Banjarbaru, Kamis (31/10).
Melalui terapi kelompok, sambung Rishka, komunitas anak
punk bisa step by step untuk mengubah perilaku yang kurang baik menjadi lebih
baik.
“Sebagian dari mereka berdasarkan pendekatan melalui
wawancara , mereka juga bekerja sebagai buruh dan lain nya, ” ucap Rishka.
Kendati demikian, beberapa dari mereka juga dikarenakan
faktor brokenhome. Karena itu mereka berusaha mencari jati diri dengan stail
yang mereka gunakan.
Akan tetapi walaupun stail terkesan urakan, menurut Rishka,
mereka tetap orang baik-baik, dan ada beberapa dari mereka ingin berubah lebih
baik,
Oleh sebab itu, ucap Rishka, beberapa mahasiswa Unlam Fakultas
Kedokteran Jurusan Psikolog berusaha untuk membantu mereka ke arah lebih baik.
“Kami harap melalui terapi kelompok, mereka bisa
lebih baik, ” imbuhnya.
Sementara bentuk kegiatan ini, sambung Rishka, diharapkan
dapat mengunggah hati masyarakat untuk peduli sesame. Karena mereka ini juga menjadi tugas bersama untuk
membangun SDM lebih baik. (riz/foto: rizal)
