BANJARMASIN, banuapost.co.id– Sinyalemen PDI-P bakal berkoaliasi dengan Partai Golkar di Pilkada atau Pilgub Kalsel 2020, semakin menguat.
Prediksi ini menyusul pengurus PDI-P Kalsel mengambil
formulir pendaftaran calon wakil gubernur atau cawagub di partai berlambang
pohon beringin tersebut, Senin (7/10).
Pengambilan formulir dilakukan Sekretaris DPD PDIP
Kalsel, Syaripuddin. Namun demikian, untuk nama kader PDI-P yang bakal diusung
menjadi cawagub, masih dibahas di internal partai.
“Memang nama Rosehan NB cukup kuat sebagai salah satu
kader PDI-P yang akan diusung menjadi cawagub. Tapi keputusannya masih dibahas
di internal partai. Nanti diumumkan sekalian pengembalian formulir ini,” kata
Bang Din, sapaan akrabnya.
Saat pengambilan formulir tersebut, anggota DPRD Kalsel
tersebut, disambut pengurus Partai Golkar Kalsel diwakili anggota Bidang
Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Aan Wibowo.
Menurut Aan, untuk pendaftaran cawagub ini sudah ada
empat orang yang mengambil. Mereka, Gusti Iskandar, Abdul Latif, Gusti Sahyar
dan terakhir PDI-P Kalsel.
“Tapi dari empat itu, baru satu yang sudah mengembalikan,
yakni Gusti Sahyar. Untuk yang lainnya belum mengembalikan dan ditunggu sampai
batas akhir pendaftaran, 15 Oktober nanti,” kata Aan didampingi kader Partai
Golkar Kalsel lainnya, Amran.
Pengambilan formulir oleh pengurus PDIP ini, menjadi
sinyalemen kuat kedua parpol bakal berkoalisi di Pilgub Kalsel 2020.
Karena sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, H Sahbirin
Noor, diwakili Ketua Hariannya, Supian HK, sudah mendaftarkan diri ke PDI-P
untuk diusung maju lagi di Pilkada 2020.
Sementara di sejumlah kesempatan, Paman Birin, sapaan
akrab sang petahana, mengaku membuka ruang untuk koalisi dengan partai politik
lainnya.
Alasannya, membangun Kalsel harus dilakukan secara
bersama– sama. Meski Partai Golkar memiliki cukup kursi di DPRD Kalsel untuk
mengusung sendiri pasangan calon di Pilkada 2020. (emy/foto: ist)
