PELAIHARI, banuapost.co.id–
Sebanyak 40 warga binaan Rutan Klas IIB Pelaihari, mengikuti pelatihan pijat
dasar dan akupuntur, Senin (7/10).
Kegiatan yang dihelat bekerjasama dengan Dinas Sosial
Tanah Laut, dibagi dalam dua tahap. Angkatan I dari 7 hingga 8 Oktober sebanyak
20 warga binaan laki-laki.
Sedang angkatan II, 9 hingga 10 Oktober mendatang
sebanyak 20 warga binaan perempuan. Harapannya, mereka dapat mandiri saat kembali
menghirup udara kebebasan.
Menurut Kadissos Tala, Nur Hidayat, kegiatan pelatihan merupakan
komitmen Dinas Sosial terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
“Salah satunya warga binaan ini, agar saat nanti mereka
bebas tidak bingung harus bekerja apa,” ujar Nur Hidayat.
Meski pelatihan yang digelar berupa pijat dasar, lanjut
Nur Hidayat, jika ditekuni dan digeluti, bisa untuk peluang usaha. Apalagi pelatihan
yang dilaksanakan, pijat profesional.
“Minimal kalau mereka kembali ke keluarga, bisa mandiri
dan meminimalisir kegiatan negatifnya,” imbuhnya.
Sementara Karutan Pelaihari, Budi Suharto, mengaku sangat menyambut baik kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi. Karena telah memberikan ruang bagi warga binaan Rutan Pelaihari untuk mendapatkan pembinaan kemandirian,” tandasnya.
Dengan dipilihnya warga binaan untuk meningkatkan
capacity building-nya. diharapkan bisa menunjang kemandirian setelah keluar
dari rutan.
Narapidana, menurut Budi, merupakan masyarakat yang
termarjinalkan. Mereka akan selalu dicap sebagai penjahat, sehingga sangat
sulit untuk diterima. Bahkan dikucilkan masyarakat.
“Padahal mereka telah menebus kesalahannya terdahulu
dengan menjalani hukuman. Dengan pembekalan seperti ini, bisa sebagai modal
sekembalinya kemasyarakat kelak,” jelas Budi. (zkl/foto: ist)
