MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Sejak dibuka Rabu (25/9) lalu, pelatihan menjahit yang diikuti 20 warga binaan Lapas
Kelas IIB Muara Teweh, ditutup Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi,
Koperasi dan UKM (KadisnakertransKop UKM), Drs Tenggara MM, di aula Lapas
setempat, Selasa (15/10).
Menurut Tenggara, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten
Barito Utara, khususnya masalah masyarakat pencari kerja, merupakan masalah
yang cukup pelik dan sangat mendasar.
“Berdasarkan data 2019 dari Januari hingga 30 September
2019, jumlah pencari yang terdaftar membuat kartu AK.I dari berbagai tingkat
pendidikan, 1.880 orang. Belum lagi ditambah yang belum terdaftar dan data dari
tahun sebelumnya,” kata Tenggara.
Dijelaskannya, angkatan kerja di Barito Utara didominasi mereka
yang berpendidikan SD, SLTP, SLTA mencapai 80 persen. Sedang mereka yang
berpendidikan DI, sampai S1 dan S2, mencapai 20 persen.
“Bila kita menilik kondisi ketenagakerjaan di Barito
Utara sebagai salah satu kabupaten di Kalteng ini mempunyai SDA yang cukup
melimpah. Namun tidak diikuti dengan SDM yang cukup memadai. Hal ini sangat
kontradiktif dan ironis terhadap lapangan pekerjaan yang tersedia,” ucapnya.
Karena itu diingatkan Tenggara kepada seluruh peserta
agar setiap ilmu yang didapat dan dipelajari di dalam pelatihan menjahit, dapat menjadi bekal untuk membuka sendiri atau
mendapatkan pekerjaan nantinya ketika sudah kembali ke tengah masyarakat. (arh/foto: ist)
