BANJARBARU, banuapost.co.id–
Membalas kunjungan, jajaran PT Adaro Indonesia menyambangi SMP Islam Al Azhar 47 Banjarbaru, Selasa
(29/10), untuk mengisi ‘pelajaran’ Kelas Inspirasi (KI).
KI merupakan hasil kerjasama Pemkot Banjarbaru dan Disdik setempat dengan Komunitas +GMC. PT Adaro
Indonesia sebagai pelopor pengisi ‘mata pelajarannya’.
Sebanyak 45 siswa dan siswi SMP Islam Al Azhar, dikenalkan tentang
nilai-nilai budaya korporasi yang menjadi landasan bagi semua insan Adaro untuk
diterapkan dalam perilaku keseharian bekerja.
Nilai budaya perusahaan itu tak lain, I-MORE atau biasa di
sempurnakan menjadi I Love Adaro MORE.
“Tentu saja nilai-nilai budaya perusahaan yang ingin kami semaikan
ke siswa dan siswi tak serupa. Namun sama makna dalam keseharian yang ada di
tempat kami bekerja,” ujar Banjarmasin Representative Office (BRO) Department
Head PT. Adaro Indonesia, Abdurahman.
I-MORE sendiri adalah budaya korporasi yang didasarkan pada
nilai-nilai Integrity, Meritocracy, Openness, Respect dan Excellence.
Secara menyeluruh pencapaian tujuan mulia yang ingin dibangun, mempersiapkan
pemimpin masa depan yang berkualitas tinggi, memiliki kompetensi cemerlang pada
berbagai bidang serta memiliki potensi dan karakter profesional.
“Nilai-nilai itulah yang kami ingin bangun dan tularkan bagi
siswa, agar kelak mereka bisa mempersiapkan masa depan yang lebih cerah dengan
menggapai impian dan cita-cita,” tandas Abdurahman.
Diakui Abdurahman, tentu saja I-MORE akan diterjemahkan pada
tataran tertentu, yang diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan belajar
di sekolah.
Mempraktekkan nilai integritas, misalnya menurut Abdurahman, bisa
saja terwujud pada membangun nilai-nilai luhur dalam kehidupan keseharian siswa
di sekolah.
Seperti mengajarkan siswa berkata jujur, akan melahirkan karakter
siswa yang memiliki moralitas dan keadaban. Dengan sikap kejujuran itu pula,
siswa memiliki kualitas diri yang tinggi dan unggul.
Menapaki pada nilai budaya korporasi Adaro lainnya yang dapat
disemaikan dalam kehidupan di sekolah, nilai budaya meritokrasi. Meritokrasi
bisa diartikulasikan menanamkan sikap penghargaan.
“Meritoktrasi juga dapat melahirkan sikap tenggang rasa, terlepas
apakah siswa tersebut berasal dari latar belakang suku, agama dan ras tertentu,”
ujar Abdurahman.
Dengan memahami nilai-nilai meritrokrasi, sambung Abdurahman, siswa
diajarkan berinteraksi secara komunikatif dengan siapa saja. Tanpa membedakan
latar belakangnya.
Tak ditampik Abdurahman, menerbarkan nilai-nilai positif dalam
budaya perusahaan yang diwujudkan dalam I Love Adaro MORE pada kelas inspirasi,
menjadi tantangan tersendiri.
“Kita berusaha maksimal berbagi peran, menerjemahkan apa saja yang
menjadi nilai budaya Adaro,” imbuhnya.
Sementara Dian Rosalina, salah satu Supervisor di BRO Department
PT Adaro Indonesia, memaparkan tentang nilai openness atau
keterbukaan.
Menurut Dian, makna dari nilai budaya yang ingin dibangun dalam
keterbukaan adalah mengajarkan siswa menerima saran, kritik dan pendapat serta
pandangan dari siapapun.
“Sikap berani menyampaikan pendapat serta mengakui akan kesalahan,
adalah pesan moral yang ingin ditasbihkan. Dengan sikap itu pula, siswa akan
terlatih dalam menjalin komunikasi serta berkoordinasi dengan baik. Terpenting,
sikap bertanggungjawab atas segala tindakan,” ucap Dian.
Nilai selanjutnya, yang diterangkan Dian, adalah respect. Nilai
ini dapat diartikan sebagai menghargai atau menghormati. Respect akan
menjadi modal di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Kami mengajarkan siswa agar berperilaku baik terhadap orang lain.
Nilai respect ini lah yang menjadi panduan,” tandas Dian.
Nilai terakhir yang menjelma menjadi landasan pacu bagi budaya
korporasi Adaro yang ditularkan bagi siswa dan siswi SMP Al Azhar 47 Banjarbaru,
nilai budaya korporasi exellence.
Bagi sekolah, tentu sangat mengapresiasi bila terdapat siswa atau
siswinya yang memiliki catatan prestasi cemerlang nan gemilang. Keberhasilan
siswa itu tentu saja adalah suatu keunggulan.
Siswa tersebut dapat dikatakan melampaui kualitas yang luar biasa,
hal itu sejalan dengan nilai excellence, yakni melampui
prestasi standar biasa.
“Atas hasil itu, tentu semua akan mengapresiasi, sekolah bangga
dan orangtua pun bangga,” terang Dian.
Membudayakan K3LH
Selain diajarkan nilai-nilai I-Love Adaro MORE yang dikonversikan
ke dalam makna yang sama dengan tujuan yang sama pula, siswa juga dikenalkan
mengenai bagaimana pentingnya membudayakan K3LH.
Menanamkan budaya Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup
(K3LH) adalah pilar utama yang telah diikrarkan PT Adaro Indonesia sebagai
kelompok perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang tambang dan energi. Pilar
itu terwujud dalam salah satu misi Adaro: Mengutamakan Keselamatan dan Kelestarian
Lingkungan.
Lantas ikhwal cerita apa yang dibagi di tema K3LH. Siti Eskasiah,
salah satu staf di BRO, bercerita tentang hal yang paling sederhana
dikeseharian siswa saat berada di lingkungan sekolah.
Eska mencontohkan, sikap dan tindakan siswa yang tidak patut di
contoh, karena dapat membahayakan teman dan bisa jadi orang lain.
“Misalnya, walaupun iseng ada teman yang mau duduk di kursi,
lantas ada salah satu temannya menarik kursinya ke belakang dan akhirnya
temannya jatuh. Syukur kalau temannya hanya jatuh biasa, bayangkan kalau teman
kita tadi cidera dan patah tulang,” cerita Eska.
Menghargai dengan saling menyangi dan mengasihi sesama teman,
merupakan hal yang terpenting. “Kita boleh bercanda, namun ada batas-batas yang
harus kita patuhi. Jangan membuat tindakan yang akhirnya justru membahayakan
atau malah menciderai teman kita sendiri,” imbuh Eska mengingatkan.
Setelah mengenalkan tema tentang kesehatan keselamatan kerja dan
lingkungan hidup, di sesi terakhir siswa dan siswi SMP Islam Al Alzhar 47
Banjarbaru, diminta menuliskan impian dan cita-cita mereka yang ditorehkan di
secarik kertas.
Alhasil, dari secarik kertas itu banyak harapan dan impian yang
terpahat dalam sanubari siswa dan siswi SMP Islam Al Azhar 47 Banjarbaru.
“Adik adik semua jika kalian ingin mengejar impian, kaka ingin
agar adik-adik harus membuat target dari impian yang ingin dicitakan, agar
impian kalian bisa terwujud. Satu hal yang terpenting bagi adik-adik semua,
agar selalu belajar yang giat dan rajin, jangan berputus asa, selalu berusaha
dan berdoa,” ucap Nony, memotivasi dengan penuh semangat, sekligus menutup sesi
bagian akhir Kelas Inspirasi.
Dalam Kelas Inspirasi, hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Kota
Banjarbaru serta dari Yayasan Pesantren Islam Al Azhar.
Menurut Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar 47 Banjarbaru, Desy Setyowati, Kelas Inspirasi diharapkan
mengilhami serta memacu siswa dan siswi meraih serta mewujudkan cita-cita dan
impian mereka.
“Apa yang disampaikan relawan inspiratif dari Adaro, semoga bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak didik
kami. Harapannya, siswa juga dapat mengaplikasikan nilai-nilai positif yang
ditularkan relawan agar kelak mereka bisa berhasil menggapai impian dan
harapan,” tutur Desy.
Selama digelarnya Kelas Inspirasi, diberbagai kesempatan diisi
pula dengan permainan yang mengasah konsentrasi siswa. Dibagikan pula puluhan
hadiah menarik dari PT Adaro. (*/yb/foto:
ist)
