BANJARBARU, banuapost.co.id–
Kemarau panjang dan cuaca panas, menyebabkan tanaman di median jalan Banjarbaru
layu dan kering.
Kondisi ini menjadi ‘PR’ baru bagi Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) Kota Banjarbaru. Karena harus menanam kembali untuk mengganti tanaman yang
mati.
Soal layu dan matinya tanaman penghias median jalan di
Banjarbaru ini, tak ditampik Kasi Pememeliharaan Lingkungan hidup DLH
Banjarbaru, Totok Purwanto.
Meski demikian, menurut Totok yang diminta penjelasannya,
Kamis (17/10), penyulaman atau mengganti tanaman yang mati sekarang ini tengah
dilakukan.
“Tanaman yang kering akan diganti dengan tanaman
pohon tanjung,” jelasnya.
Alasan dipilihnya pohon tanjung, lanjut Totok, karena merupakan jenis tanaman yang tahan dalam
dehidrasi, dan rindang. Sehingga tidak menggagu pengguna jalan.
“Dengan pertumbuhan yang lambat, pohon tersebut juga
tidak terlalu besar untuk median jalan,” katanya.
Sementara untuk penyulaman, sambung Totok, DLH berencana akan
melakukannya di musim penghujan. Sekarang ini sedang didata jumlah pohon yang
akan di ganti, serta memulai membuat medianya di beberapa median jalan, seperti
Jl Trikora. (riz/foto: rizal)
