MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Sumber mata air di kawasan hutan Gamurutuk atau sekitar 2 kilometer dari Desa
Malungai, Kecamatan Gunung Timang, Barito Utara, menjadi salah satu sumber
kehidupan warga setempat.
Dengan menggunakan sistem gravitasi, air pegunungan ini
dapat mengalir untuk memenuhi kebutuhan warga di desa yang berpenduduk sekitar
181 kepala keluarga atau 634 jiwa itu, meski musim kemarau panjang sekalipun.
Plt Kadinsos Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Barut,
Eveready Noor, saat meninjau lokasi, mengharapkan
bahan baku kebutuhan utama untuk warga Desa Malungai, dikelola secara maksimal masyarakat
setempat.
Karena sumber air ini merupakan bahan baku utama untuk
kebutuhan sehari-hari, seperti masak, makan, minum dan MCK. Sehingga perlu
menjadi perhatian masyarakat desa untuk menjaganya agar tetap terjaga
kebersihan dan kesehatannya.
“Lokasi mata air ini sebaiknya ditutup. Misalnya
dengan kawat dan dibangun secara permanen. Sehingga terjamin, tidak mudah
dimasuki orang yang tidak bertanggungjawab dan hewan yang dapat menganggu
pasokan air,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Eveready, lokasi bisa diperluas
sehingga dapat menampung air dan terjaga dengan baik.
Sementara Kades Malungai, Biduan, mengatakan, sejak
dibuka 1996 lalu dan diperluas pada 2016, hingga sekarang kebutuhan air asyarakat
di daerah ini terpenuhi. Sehingga warga tidak lagi memakai air Sungai Montallat
(anak Sungai Barito).
“Sumber mata air ini merupakan bahan baku kebutuhan utama
warga, seperti masak dan minum serta MCK yang sepanjang tahun tidak kekurangan
air. Bahkan saat kemarau, tetap mengalir meski tidak sederas ketika musim
hujan,” katanya. (arh/foto: ist)
