MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) digalakan Pemerintah Barito Utara dengan menlakukan pelatihan dan praktik di Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru.
Pelatihan dan praktik yang digelar awal pekan tadi, langsung
dilakukan Bupati H Nadalsyah, Ketua TP PKK, Kadis Pertanian, Kepala
Bappedalitbang dan Ketua KONI Barut.
Kegiatan yang juga diikuti masyarakat setempat, bertujuan
untuk mengedukasi. Sehingga nantinya, dapat menularkan ilmunya kepada warga
lain untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Salah satu upaya dalam mencegah terjadinya karhutla
dengan sosialisasi dan pelatihan serta praktik langsung. Kita tidak hanya melarang, tapi juga harus
memberikan solusi. PLTB ini lah salah satunya,” kata bupati
Menurut Koyem, sapaan akrab Bupati Barut itu, penerapan
pembukaan lahan tanpa bakar, sangat mudah. Konsepnya pengolahan lahan secara
berkelanjutan, dimana pada tahapan pembukaan lahan maupun pasca panen, tidak
melakukan pembakaran.
“Memang, diawal memulainya terasa lebih mahal jika
dibandingkan dengan cara membakar. Namun dalam jangka panjang akan sangat
bermanfaat dan menguntungkan. Nantinya, pada lahan yang telah dibuka dapat
ditanami dengan jenis tanaman, seperti jagung dan padi, dengan sistem tumpang
sari,” jelas Koyem.
Sementara Kadis Pertanian Setia Budi mengharapkan, kegiatan
yang dilaksanakan dapat memberikan alternatif solusi bagi masyarakat untuk
mengolah biomassa yang ada di lahannya sebelum masa tanam untuk lebih bernilai
dan memberikan manfaat ekonomi dan ekologi.
“Kita akan terus mensosialisasikan gerakan PLTB ini
kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Barut. Sehingga ke depannya, di daerah
ini masyarakat petaninya sudah menerapkan PLTB,” imbuh Setia Budi. (arh/foto: ist)
