MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Kabupaten Barito Utara (Barut) menduduki posisi satu, menggeser Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, dalam memperoleh anggaran program tanaman pangan, khususnya budidaya lahan kering, seperti jagung dan pada ladang.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Ir Setia Budi di Muara
Teweh, Minggu (19/1), berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
Pertanain Ditjen Tanaman Pangan yang di laksanakan dilaksanakan di Depok, 13 -15
Januari lalu, Kabupaten Barito Utara menduduki posisi nomor pertama.
Dikatakan Setia Budi, menurut Kabid Tanaman Pangan Dinas
Pertanian, Hortikultura dan Peternakan Propinsi Kalteng, Irfan Rianto,
menjelaskan, Barito Utara sudah menempati posisi nomor pertama, menggeser
kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau di dalam memperoleh anggaran dari program
tanaman pangan, khususnya budidaya lahan kering seperti jagung dan padi lading.
Meski demikian, perjuangan untuk memperoleh alokasi
anggaran untuk kegiatan, tidak lepas dari dukungan banyak pihak, khususnya
Bupati Barito Utara, H Nadalsyah.
“Sebelum ini kita sudah sering kedatangan tim dari pusat
yang melakukan monitoring ke Kabupaten Barito Utara. Mereka melihat secara
langsung kegiatan kita, karenanya ke depan kita terus memperkuat teknologi
budidaya pertanaman di tingkat petani,” jelas Setia Budi.
Baru-baru ini, kata dia, dari 16 -18 Januari 2020, Dinas
Pertanian Barito Utara dan para petani yang ada di daerah, bekerjasama dengan
BLPP Binuang melaksanakan pelatihan tematik budidaya bawang merah dan pelatihan
operator alsintan, agar petani mendapat bekal yang cukup khususnya
mengoperasikan alsintan, termasuk merawatnya.
“Jadi ke depannya, kita akan memperkuat sistem budidaya
pertanian, khususnya lahan kering jagung dan padi lading, dengan cara melakukan
pengolahan lahan sehingga produksi bisa ditingkakan,” jelas Setia Budi.
Kabupaten Barito Utara merupakan kabupaten yang dikenal
dengan jagung hybrida atau jagung pipil. Beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian
Amran Sulaiman, berkenaan mengunjungi Barito Utara dan melakukan panen jagung
bersama dengan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, dan Bupati Barito Utara H
Nadalsyah di Desa Batu Raya II Kecamatan Gunung Timang.
Pada saat itu, Menteri Pertanian sangat terkesan dengan
potensi lahan yang ada di Kabupaten Barito Utara khususnya di Desa Batu Raya II,
dan menugaskan Barito Utara untuk menambah luasan hingga 50 ribu ha, dan akan
didukung penuh oleh pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian. (arh/foto: ist)