BANJARMASIN, banuapost.co.id– Empat tahun terakhir H Sahbirin Noor menakhodai Provinsi Kalsel didiskusikan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) di sebuah hotel di kawasan Jl Hj Djok Mentaya, Kamis (23/1).
Mengusung tema: “Refleksi 4 Tahun Kepemimpinan Drs H
Sahbirin Noor, Gubernur Kalsel”, acara dibuka Koordinator Presidium JaDI Kalsel,
Dr Samahuddin Muharram.
Menurut Samahuddin, diskusi selain mengevaluasi,
sekaligus juga kritik terhadap berbagai macam hal, seperti pembangunan.
Karena itu, JaDI Kalsel mengundang akademisi FEB ULM Dr
Ahmad Yunani, perwakilan Bappeda Kalsel dan tokoh penggiat perempuan, Noor
Dachliyanie Adul.
“Dari diskusi ini kita mengharapkan adanya kontribusi
yang bersifat konstruktif. Artinya, diskusi ini dirumuskan dan disampaikan ke
pemerintah daerah, dalam hal ini Paman Birin,” kata Samahuddin.
Menurutnya, diskusi bukan dalam rangka menyambut atau
jelang Pilkada 2020 dimana Paman Birin turut serta dalam kontestasinya. Melainkan
lebih pada refleksi empat tahun kepemimpinannya.
Seperti diketahui, Paman Birin sosok yang terbilang rada
unik. Kenapa? Karena orang lapangan yang selama ini terlihat dari sikapnya yang
suka berbaur dengan masyarakat.
Meski demikian, Samahuddin berharap dengan diskusi ini
bisa menjaring berbagai masukan dan kritikan terhadap pemerintah di bawah Paman
Birin. Kritikan yang dimaksud pun yang bersifat konstruktif. Sehingga bisa
memberikan kontribusi terbaik kepada Banua Kalsel.
“Makanya kenapa dalam tema ini tidak kami masukkan
kinerja? Karena kami ingin kritikan dalam berbagai hal sekalipun,”
jelasnya.
Begitupun dengan persoalan kebijakan keberpihakan
perempuan, kesetaraan gender dan disabilitas, juga dibahas di diskusi kali ini.
“Karena selama ini kadang tidak membahas secara eksklusif
terkait soal gender, perempuan. Makanya kita diskusi dengan perempuan yang
mengadvokasi soal ini,” ucapnya.
Dalam diskusi ini, narasumber masing-masing, Kepala
Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira yang diwakili Kepala Bidang Perencanaan,
Pengendalian dan Evaluasi.
Kemudian Dr H Ahmad Yunani SE, selaku pemerhati ekonom
Banua. Serta Noor Dachliyanie Adul selaku pemerhati perempuan. (oie/foto: olive)
