PELAIHARI, banuapost.co.id– Tiga buah rumah ludes diamuk si jago merah saat terjadi musibah kebakaran di RT 7 Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Tanah Laut, Minggu (19/1) sore.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya satu rumah warga
yang ditinggal pemiliknya pergi bekerja tidak sempat diselamatkan harta
bendanya.
Musibah
kebakaran di Tabanio ini terjadi sekitar 16:00 Wita, hingga membuat tiga rumah
rusak parah, dua rusak sedang dan satu rusak ringan.
Api
dapat dikuasai warga dan relawan dengan menggunakan mesin fortable, ada empat
unit mesin pompa milik swadaya masyarakat atau relawan dan satu unit milik
masjid.
Mesin-mesin
kecil itu terbantu dengan banyaknya sumur warga yang berada di dekat lokasi
kebakaran, sambil menunggu armada Pemadam Kebakaran dari Dinas Satpol PP dan
Damkar Tala.
Tiga
unit mobil pemadam kebakaran setibanya di lokasi yang berjarak sekitar 40
kilometer dari kota Pelaihari, langsung melakukan pendinginan, sampai api
benar-benar dapat dikuasai. Petugas damkar meninggalkan lokasi sekitar pukul
19.30 Wita.
Rumah
yang mengalami rusak berat, yakni milik Suripto, Fahrurozi dan Jauhani, rusak
sedang Heri dan Wendi, sedangkan rusak ringan milik Nanang.
Dugaan
sementara, api berasal dari rumah Suripto yang kebetulan saat kejadian tidak
berada di tempat. Suripto tengah mengawasi pekerjaan pembuatan rumah barunya,
tidak jauh dari lokasi kejadian.
Murjani
kerabat Suripto membenarkan saat kejadian rumah dalam kondisi kosong. Ia datang
ke lokasi saat api sudah membesar, dan tidak berani menerobos ke dalam rumah.
“Saya
dan pemilik rumah sedang berada di rumah yang baru dibuat. Jadi saya tidak
melihat dengan pasti dari mana asal terjadinya kebakaran,” kata Murjani.
Sementara
Hairudin yang ikut melakukan proses pemadaman, mengaku saat terjadi musibah tengah
duduk di Pantai Tabanio.
Saat melihat ada asap dari arah RT 7, ia segera bergegas ke masjid
untuk mengumumkan terjadinya kebakaran. Ia juga menghubungi pihak kecamatan
untuk meminta bantuan damkar.
“Saya
juga tidak melihat persis asal musibah terjadi. Saya sempat mengumumkan ke masjid
sebelum ikut melakukan pemadaman,” kata Hairudin.
Menurut
Hairudin, ada lima mesin pompa yang dimanfaatkan relawan dan pengurus masjid
untuk mengatasi kebakaran.
Mobil
pemadam kebakaran dari Dinas Satpol PP dan Damkar Tala saat tiba di lokasi,
tinggal melanjutkan proses pendinginan dan meruntuh sisa kebakaran yang dapat
membahayakan. Ada empat unit mobil Damkar Tala yang tiba di lokasi.
Musibah
kebakaran ini sudah ditangani jajaran Polsek Takisung. Namun demikian, Kapolsek
Takisung, Iptu Wasito, belum berani menyimpulkan penyebabnya. Sedang Camat Takisung, langsung memberikan
laporan kepada dinas terkait. (zkl/foto:
ist)