MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Jembatan Tu’un, menghubungkan Dusun Pararawen dan Desa Lemo II, Teweh Tengah, Barito Utara, doyong.
Beberapa tiang penyangganya sudah mengalami patah akibat
termakan usia. Karena kondisi nyaris ambruk, warga takut melewatinya.
Kondisi jembatan tersebut, salah satu masalah yang disampaikan
warga Dusun Pararawen saat pertemuan dengan Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,
Permana Setiawan, saat melakukan reses di daerah pemilihannya, Ahad (23/2).
Oleh sebab itu, menurut Kepala Dusun Pararawen, Adiono, warga
memohon kepada pemerintah daerah agar jembatan dan jalan lainnya di dusun
tersebut diperbaiki.
“Seperti halnya kondisi Jembatan Tu’un nyaris ambruk,
hingga membuat warga takut untuk melintasnya,” ujar Adiono.
Senada, menurut anggota BPD Dusun Pararawen, Andi, sedikitnya
ada tiga jembatan yang kondisinya memprihatinkan. Sehingga perlu perbaikan. Salah
satunya, jembatan Tu’un yang sudah nyaris ambruk,
Dikatakan Andi, jembatan merupakan jalan warga dan anak
sekolah untuk menuju Desa Lemo. Karena itu jangan sampai ada korban, baru
ditindaklanjuti.
Kondisi Jembatan Tu’un, menurut Permana Setiawan, pada 2013 pernah dilakukan perehaban. Tetapi untuk
desain, tidak bisa lagi dengan kayu ulin. Jadi harus dirubah.
Dikatakannya, pemerintah daerah tidak mengabaikan masalah
tersebut. Namun persoalannya kembali ke masalah anggaran.
“Tapi dengan duduk bersama dewan, pemerintah daerah dan
tim anggaran membahasnya, mungkin jembatan tidak dilaksanakan 100 persen. Artinya
paling tidak dilaksanakan bertahap dengan dengan membangun pondasi terlebih
dahulu,” katanya. (arh/foto: ist)