TANGERANG, banuapost.co.id– Rakernis Fungsi Lalulintas TA 2020 di Pusdik Lantas Polri, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/2), menjadi cerita tersendiri bagi peserta yang datang dari seluruh penjuru tanah air.
Bagaimana tidak. Jika
sebelum-sebelumnya mereka harus serius mendengarkan paparan dan arahan sebagai
bekal dalam menjalankan tugas, kali ini ada yang sangat-sangat istimewa.
Di sela-sela break untuk sedikit menurunkan ‘ketegangan’,
Kapolri Jenderal Idham Azis melantunkan lagu yang hingga saat ini tak lekang di
gerus jaman, Titip Rindu Buat Ayah.
Lirik sarat makna dalam
kehidupan itu, dinyanyikan jenderal bintang empat ini duet sang pencipta,
sekaligus yang mempopulerkannya, Ebiet G Ade.
Di matamu masih tersimpan, selaksa peristiwa. Sedikitpun tak ada terdengar sumbang ketika
Jenderal Idham Azis mulai bersenandung.
Sementera sang idola,
Ebiet G Ade yang duduk di sebelah kanan, juga tak terlihat gagap ketika jari
jemarinya menekan tali gitar untuk menjadikan
not-not suara.
Lirik demi lirik mengalir lancar
dari senandung Idham Azis, sehingga peserta dan undangan yang berhadir sempat
terpana menyimak lagu yang sangat populer 80-an itu.
Begitupun ketika ada di antara bait lagu harus berduet, pria
kelahiran Kota Kendari ini tak jarang melempar senyum, seperti menikmati kebersamaan
dengan sang idola.
Ketidak canggungan bernyanyi bersama, disambut tepuk riuh.
Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para
Pejabat Utama Mabes Polri, peserta rakernis dan awak media yang hadir.
Anakmu sekarang banyak menanggung beban. Lantunan terakhir Kapolri Jenderal Idham Azis langsung
disambut se isi gedung hingga terdengar membahana.
Musik adalah hukum moral. Iya memberi jiwa ke
alam semesta. Sayap untuk pikiran. Terbang ke imajinasi. Pesona dan keceriaan
untuk hidup, dan untuk semuanya.
Satu hal yang luar biasa dari musik, ketika ia menyentuh
Anda, Anda tidak merasakan sakit. Begitupun ketika musik beremayam dalam jiwa,
dapat didengar alam semesta. Karena musik itu sendiri mengungkapkan sesuatu
yang tidak dapat dikatakan dan yang tidak mungkin untuk diam. (yb/byk/dtk/foto: ist)
